Dikira Bawa Bantuan Gaza, Pemukim Israel Bakar Truk dan Serang Sopir

Sabtu, 18 Mei 2024 - 09:16 WIB
loading...
Dikira Bawa Bantuan...
Pemukim Israel berada di dekat sopir truk yang tergeletak di jalan setelah diserang, saat tentara mendekat. Foto/X
A A A
TEL AVIV - Pemukim ekstremis Israel membakar satu truk dan menyerang pengemudinya di Tepi Barat, setelah secara keliru yakin sopir itu sedang mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Menurut Times of Israel pada Jumat (17/5/2024), tentara Israel yang datang untuk memisahkan pemukim dari pengemudi Israel itu juga diserang, yang mengakibatkan tiga tentara terluka.

Dalam pernyataan, tentara Israel melaporkan para pemukim menyerang pengemudi truk Israel di persimpangan di luar permukiman ilegal Kochav Hashahar, timur laut Ramallah, sebelum membakar kendaraan tersebut.



Laporan tersebut juga mencatat tentara yang dipanggil ke tempat kejadian memberikan perawatan medis kepada pengemudi dan kelompok ekstremis menanggapi dengan kekerasan terhadap tentara tersebut.

Otoritas Israel menyatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap orang-orang yang melukai tentara tersebut.

Serangan itu terjadi setelah pemukim ilegal Israel membakar truk seorang sopir Palestina sebelumnya dan mulai menyerangnya di dekat permukiman ilegal Givat Asaf, sebelah timur Ramallah, karena percaya truknya membawa bantuan ke Gaza.

Truk-truk tersebut digunakan untuk tujuan komersial dan bukan untuk pengiriman bantuan ke Jalur Gaza, menurut Haaretz.

Baca juga: Sayap Bersenjata Hamas Siap Perang Gesekan Jangka Panjang Lawan Tentara Israel

Meskipun terjadi serangan, tentara Israel yang tiba di lokasi kejadian tidak menangkap satu pun tersangka pemukim Israel.

Dalam video yang diposting online, pengemudi truk Palestina terlihat terbaring di tanah dalam keadaan terluka, ketika tentara, termasuk seorang perwira berpangkat kapten, berjalan melewatinya.

Seorang pemukim sayap kanan terdengar berteriak, “Inilah yang terjadi pada mereka yang membawa makanan ke Hamas.”

Menurut PBB, serangan pemukim Israel telah meningkat pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kegagalan Israel melindungi warga Palestina dan mengadili para pemukim telah menyebabkan lingkungan yang hampir penuh dengan kekebalan hukum.

Hampir 500 warga Palestina di Tepi Barat telah dibunuh oleh pasukan pendudukan dan pemukim Israel sejak 7 Oktober, dan lebih dari 4.900 orang terluka.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang dalam keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Pecah! Momen PM Malaysia...
Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon
Rekomendasi
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Duel Panas Menuju Empat Besar
Argentina vs Swiss:...
Argentina vs Swiss: La Albiceleste Dibayangi Tembok Kokoh La Nati
Hadir dan Sapa Masyarakat...
Hadir dan Sapa Masyarakat Batam, ACC Carnival Tebar Promo Menarik
Berita Terkini
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved