alexametrics

Isu TKI Diharap Tak Buat Hubungan RI-Malaysia Renggang

loading...
Isu TKI Diharap Tak Buat Hubungan RI-Malaysia Renggang
IsuTKI di Malaysia, khususnya terkait dengan kekerasan terhadap TKI kerap membuat hubungan antara Indonesia dan Malaysia sedikit tegang dan renggang. Foto/Istimewa
A+ A-
KUALA LUMPUR - Isu tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, khususnya yang terkait dengan kekerasan terhadap para TKI kerap membuat hubungan antara Indonesia dan Malaysia sedikit tegang dan renggang.

Menurut Abdul Jalil, Penasihat Eksekutif Editorial Sinar Harian, yang merupakan salah satu surat kabar terbesar di Malaysia, seharusnya isu ini tidak membuat hubungan Indonesia dan Malaysia menjadi renggang.

"Hubungan kita memang terkadang menjadi renggang, tapi kami tetap memerlukan TKI," ucap Abdul kepada rombongan jurnalis Indonesia yang melakukan kunjungan ke Malaysia pada Kamis (14/2).



Abdul mengatakan, para TKI sudah banyak membantu Malaysia sejak dahulu kala. Para TKI bekerja hampir di semua bidang, mulai dari pertanian, perindustrian, tekstil, dan juga menjadi asisten rumah tangga (ART).

Dia kemudian mengakui bahwa ART-nya adalah seorang TKI dan sudah bekerja untuknya selama kurang lebih 28 tahun. Abdul menyebut, TKI itu bernama Sumi dan berasal dari Semarang, Jawa Timur.

"Mbak Sumi ini sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Bahkan, saya dan keluarga pernah dua hingga tiga kali ke kampung dia di Semarang," ungkap dia.

Terkait sejumlah kekerasan terhadap TKI di Malaysia, Abdul meyakini hal tersebut tidak mewakili mayoritas dari kondisi sebenarnya. Dirinya meyakini, para TKI sebagian besar diperlakukan layak di Malaysia.

"Kami sangat menentang kekerasan. Kasus kekerasan terhadap TKI di sini selalu diusut ke jalur hukum. Tapi, memang proses peradilan membutuhkan waktu," tukasnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak