alexametrics

Deretan Ilmuwan yang Meninggal saat Uji Coba Temuannya Sendiri

loading...
Deretan Ilmuwan yang Meninggal saat Uji Coba Temuannya Sendiri
Untuk membuktikan penemuannya, seorang ilmuwan harus melakukan serangkaian uji coba untuk mengungkapkan bahwa teori atau penemuannya terbukti. Sejumlah ilmuwan meninggal karena melakukan uji coba penemuannya sendiri. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
UNTUK membuktikan penemuannya, seorang ilmuwan harus melakukan serangkaian uji coba untuk mengungkapkan bahwa teori atau penemuannya terbukti. Namun sayang tidak semua ilmuwan bernasib mujur. Ada sejumlah ilmuwan harus kehilangan nyawanya dikarenakan penemuannya sendiri.

1. Marie Curie
Deretan Ilmuwan yang Meninggal saat Uji Coba Temuannya Sendiri


Di awal 1900-an, radium dipercaya memiliki nilai lebih tinggi daripada emas atau platinum. Radium atau radon yang dicampur air dipercaya bisa menghasilkan ramuan ajaib yang bisa membuat manusia panjang umur.

Ilmuwan yang menemukan radium adalah Marie Curie bersama suaminya Pierre. Curie adalah orang pertama penerima 2 penghargaan nobel dalam 2 bidang yakni fisika dan kimia. Curie bersama suaminya meneliti tentang terapi radiasi. Terpapar radiasi secara terus menerus membuat Curie menderita leukemia dan akhirnya meninggal pada 1934.



2. Horace Lawson Hunley
Deretan Ilmuwan yang Meninggal saat Uji Coba Temuannya Sendiri


Hunley adalah legislator, pengacara, sekaligus insinyur marinir bagi tentara konfederasi AS. Penemuan terkenalnya adalah: kapal selam, yang digunakan pada era perang saudara. Saat itu penemuan Hunley memang belum memiliki standar pengamanan memadai.

Lima dari sembilan anak buah kapal selam saat itu meninggal pada misi penyelaman perdana. Pada 15 Oktober 1863, Hunley turut ambil bagian pada uji coba kedua di Charleston Harbour. Pada uji coba kedua ini, semua kru kapal selam termasuk Hunley meninggal.

3. Alexander Bogdanov
Deretan Ilmuwan yang Meninggal saat Uji Coba Temuannya Sendiri


Bogdanov merupakan dokter, filsafat, ekonom, penulis fiksi ilmiah, dan revolusioner Rusia. Bogdanov memiliki obsesi besar terhadap bagaimana caranya untuk bisa awet muda. Hal itulah yang membuat ia melakukan uji coba dengan transfusi darah.

Uji coba transfusi darah yang dilakukan Bogdanov berhasil. Hal itu diperoleh ketika dirinya telah melakukan 11 kali transfusi darah. Sayang, transfusi darah yang dilakukan Bogdanov tidak disertai pengecekan kesehatan.

Pada 1928, Bogdanov melakukan transfusi darah dari orang yang terinfeksi malaria dan TBC. Hasilnya Bogdanov meninggal tidak lama kemudian karena tertular penyakit tersebut.

4. William Bullock
Deretan Ilmuwan yang Meninggal saat Uji Coba Temuannya Sendiri


William Bullock lahir di New York pada 1813. Pria ini adalah penemu alat press cetak putar. Alat ini bekerja mengepres dengan memutar rol kertas secara kontinyu.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak