alexametrics

Arab Saudi Kucurkan Dana USD60 Juta untuk Palestina

loading...
Arab Saudi Kucurkan Dana USD60 Juta untuk Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud. Foto/Istimewa
A+ A-
RIYADH - The Saudi Fund for Development (SFD) telah mentransfer USD60 juta ke rekening kementerian kueangan Palestina. Hal itu diumumkan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Mesir dan perwakilan tetap kerajaan untuk Liga Negara-negara Arab, Osama Bin Ahmed Naqli.

Naqli menjelaskan bahwa jumlah yang dikirim mewakili kontribusi bulanan Arab Saudi guna mendukung anggaran Otoritas Palestina untuk November dan Desember 2018, dan Januari 2019.

Pencairan dana itu, tambahnya, datang dalam kerangka kerja dukungan permanen Arab Saudi untuk tujuan Palestina di semua tingkat politik, ekonomi dan kemanusiaan, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Kamis (14/2/2019).



Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat ini sedang melakukan kunjungan resmi dua hari ke Ibu Kota Saudi, Riyadh, untuk mengadakan pembicaraan mengenai perkembangan politik di Palestina dengan Raja Saudi Salman Bin Abdel Aziz dan Putra Mahkota Mohamed Bin Salman.

Sebelumnya Raja Salman mengatakan kepada Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, bahwa Arab Saudi berkomitmen pada negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya. Hal itu dikatakan Raja Salman sebelum konferensi tentang perdamaian dan keamanan Timur Tengah yang digagas oleh Amerika Serikat (AS).

"Arab Saudi secara permanen berpihak pada Palestina dan hak rakyatnya untuk negara merdeka dengan Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibukotanya," laporan Saudi Press Agency.

Pernyataan itu muncul saat AS diperkirakan akan menawarkan petunjuk proposal untuk perdamaian antara Israel dan Palestina pada sebuah konferensi di Ibu Kota Polandia, Warsawa.

Baca juga: Raja Salman Tegaskan Dukungannya untuk Negara Palestina
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak