alexametrics

Trump Kutuk Serangan Terhadap Wartawan Pasca Insiden BBC

loading...
Trump Kutuk Serangan Terhadap Wartawan Pasca Insiden BBC
Presiden AS Donald Trump mengutuk tindak kekerasan terhadap wartawan pasca insiden penyerangan terhadap juru kamera BBC oleh pendukungnya di Texas. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengecam serangan terhadap wartawan. Itu dilakukannya setelah insiden yang melibatkan pendukungnya dengan juru kamera BBC saat berkampanye di Texas.

"Presiden mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap individu atau kelompok, termasuk anggota pers," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih tanpa merujuk pada insiden tersebut seperti dinukil dari BBC, Rabu (13/2/2019).

"Kami meminta siapa pun yang menghadiri suatu acara melakukannya dengan cara yang damai dan penuh hormat," imbuh pernyataan Gedung Putih, dari Sekretaris Pers Sarah Sanders.



Sementara itu, setelah insiden yang terjadi pada hari Senin, tim kampanye Trump mengucapkan terima kasih kepada penegak hukum karena mengusir pria tak dikenal itu.

"Seorang individu yang terlibat dalam pertengkaran fisik dengan juru kamera berita dikeluarkan dari kampanye tadi malam," kata Michael Glassner, chief operating officer untuk Trump for President Inc.

"Kami menghargai tindakan cepat dari petugas keamanan dan penegak hukum di lokasi," imbuhnya.

Diwartakan sebelumnya, juru kamera BBC Ron Skeans didorong dan dicela oleh seorang pria dengan topi Make America Great Again di El Paso, Texas. BBC kemudian meminta Gedung Putih untuk meninjau keamanan media yang menghadiri kampanye Presiden Trump.

Dalam sebuah surat, BBC mengatakan area pers tidak diawasi, dan tidak ada keamanan yang mencoba ikut campur dalam insiden itu.

Hubungan Trump dengan media selama ini memang tidak akur. Orang nomor satu di AS itu mengkritik media dan menyebutnya sebagai musuh rakyat.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak