alexametrics

Turki Perintahkan Penahanan lebih dari 1.100 Orang Terkait Kudeta 2016

loading...
Turki Perintahkan Penahanan lebih dari 1.100 Orang Terkait Kudeta 2016
Turki telah memerintahkan penahanan terhadap 1.112 orang atas dugaan hubungan dengan upaya kudeta yang gagal pada 2016 lalu. Foto/Istimewa
A+ A-
ANKARA - Turki telah memerintahkan penahanan terhadap 1.112 orang atas dugaan hubungan dengan upaya kudeta yang gagal pada 2016 lalu. Hal itu diungkapkan sumber dari Kementerian Dalam Negeri Turki.

"Surat perintah dikeluarkan bagi mereka yang diduga memiliki hubungan dengan jaringan ulama Muslim yang berbasis di AS, Fethullah Gulen, yang dituduh mengatur upaya kudeta pada 2016," kata sumber itu seperti dikutip dari CNN, Selasa (12/2/2019).

Sumber itu mengatakan kepada CNN bahwa operasi penangkapan tengah berlangsung di 75 kota di Turki. Menurut kantor berita negara Anadolu, 641 tersangka telah ditangkap sejauh polisi melanjutkan operasi nasional mereka.



Beberapa juga dituduh memiliki peran aktif dalam skandal kecurangan 2010 yang melibatkan ujian yang harus diambil oleh petugas polisi untuk menjadi inspektur polisi. Setidaknya 45 orang yang diduga mendapatkan pertanyaan sebelum mengikuti ujian diduga menjabat di Ankara.

Turki telah membuat perintah penahanan yang sama sejak upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, di mana sekitar 250 orang tewas, banyak dari mereka warga sipil Turki.

Upaya kudeta, yang dilakukan oleh sebuah faksi militer, di mana tank-tank turun ke jalan-jalan Ankara dan Istanbul, dua kota terbesar di Turki. Bom menghantam gedung parlemen di Ibu Kota dan sebuah helikopter yang dicuri oleh pilot pemberontak ditembak jatuh oleh jet F-16.

Presiden Recep Tayyip Erdogan tengah berada ratusan mil jauhnya di sebuah resor tepi laut ketika kudeta sedang berlangsung, tetapi pada saat dia berbicara kepada bangsa melalui FaceTime beberapa jam kemudian, kudeta itu sudah mulai mereda.

Pada 2017, hampir 500 orang yang dituduh berencana menggulingkan pemerintah Turki muncul dalam pengadilan massal.

Anadolu melaporkan pada saat itu Gulen adalah satu dari tujuh orang yang secara resmi disidang in absentia. Gulen, yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania, dengan keras membantah terlibat dalam kudeta tersebut.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak