alexametrics

Guaido Ingin Pulihkan Hubungan Venezuela-Israel yang Diputus Chavez

loading...
Guaido Ingin Pulihkan Hubungan Venezuela-Israel yang Diputus Chavez
Juan Guaido, pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela. Foto/REUTERS
A+ A-
CARACAS - Pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela, Juan Guaido, mengaku sedang berusaha untuk memulihkan hubungan negaranya dengan Israel. Hubungan diplomatik kedua negara diputus diputuskan oleh mendiang Presiden Hugo Chavez satu dekade lalu sebagai solidaritas terhadap Palestina.

Israel saat ini bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dengan mengakui Guaido sebagai presiden interim Venezuela sampai negara kaya minyak itu menggelar pemilu baru. AS tidak mengakui Presiden Nicolas Maduro yang terpilih lagi dalam pemilu 2018.

"Saya sangat senang melaporkan bahwa proses menstabilkan hubungan dengan Israel sedang mencapai puncaknya," kata Guaido kepada surat kabar Hayom, dikutip Reuters, Selasa (12/2/2019).



Menurutnya, pengumuman resmi tentang pemulihan kembali hubungan kedua negara akan datang pada waktu yang tepat. Guaido juga ingin membuka kedutaan besar Venezuela di Israel.

Hugo Chavez, sang mentor Maduro, menjauhi Israel karena perang 2008-2009 di Gaza. Sebaliknya, Chavez kala itu membina hubungan dengan Palestina serta dengan musuh besar Israel, Iran.

Para pemimpin Israel saat itu mengatakan sikap Caracas telah mendorong penerbangan orang-orang Yahudi Venezuela ke Israel.

"Komunitas (Yahudi) ini sangat aktif dan makmur, yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat kita," kata Guaido dalam wawancara dengan koran tersebut.

Maduro, yang mempertahankan dukungan Rusia dan China, masih mengontol lembaga-lembaga negara termasuk militer. Dia menilai pengakuan Guaido sebagai presiden interim Venezuela sebagai plot kudeta yang diatur oleh AS.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak