alexametrics

Lagi, Rusia Bilang Israel Harus Berhenti Serang Suriah

loading...
Lagi, Rusia Bilang Israel Harus Berhenti Serang Suriah
Serangan rudal Israel di dekat wilayah Damaskus, Suriah. Foto/REUTERS
A+ A-
MOSKOW - Pemerintah Rusia kembali melontarkan peringatan kepada Israel untuk berhenti menyerang Suriah. Moskow menilai serangan terhadap negara Presiden Bashar al-Assad itu sudah sewenang-wenang.

Peringatan serupa sebelumnya juga disampaikan Moskow pada pekan terakhir Januari lalu. Peringatan terbaru disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Vershinin.

"Sehubungan dengan serangan terbaru Israel, kami mengatakan bahwa serangan sewenang-wenang terhadap wilayah Suriah yang berdaulat harus dihentikan dan dikecualikan," kata Vershinin, dikutip Sputnik, Sabtu (9/2/2019).



"Setiap serangan semakin membuat situasi semakin tidak stabil. Tidak seorang pun harus melakukan tindakan di Suriah yang melampaui ruang lingkup tujuan-tujuan anti-teroris," lanjut diplomat Rusia itu.

Pada bulan lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova membuat peringatan serupa. "Praktik serangan sewenang-wenang di wilayah negara berdaulat, dalam hal ini, kita berbicara tentang Suriah, harus dikesampingkan," katanya.

Dia mengatakan serangan semacam itu menambah ketegangan di kawasan tersebut, yang dia sebut bukan untuk kepentingan jangka panjang negara mana pun di sana, termasuk Israel.

"Kita seharusnya tidak pernah membiarkan Suriah, yang telah bertahun-tahun menderita konflik bersenjata, untuk berubah menjadi arena di mana skor geopolitik diselesaikan," katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 21 Februari di Moskow menyusul pembicaraan singkat yang berlangsung di Forum Perdamaian Paris pada bulan November 2018, serta serangkaian percakapan telepon antara kedua pemimpin.

Pertemuan itu terjadi setelah ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah serangan udara Israel di Bandara Damaskus bulan lalu. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebanyak 21 orang terbunuh dalam serangan besar-besaran tersebut. Dari jumlah korban tewas itu, 12 di antaranya anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Serangan udara Israel telah menghancurkan infrastruktur militer Suriah, termasuk sistem pertahanan udara SA2, SA3, SA17, sebuah SA22 TELAR, dan Radar J27.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak