alexametrics

Akhir April, Militer AS Cabut dari Suriah

loading...
Akhir April, Militer AS Cabut dari Suriah
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
A+ A-
WASHINGTON - Laporan terbaru menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) ingin keluar dari Suriah pada akhir April. Rencana militer saat ini adalah menyerukan penarikan besar-besaran pada pertengahan Maret.

Kendati begitu, pemerintahan Trump hingga saat ini belum mencapai kesepakatan untuk melindungi sekutunya Kurdi dari pasukan Turki setelah AS mengosongkan Suriah. AS sedang berusaha untuk bernegosiasi dengan Turki untuk mengembangkan proposal yang akan mencegah konflik antara pasukan Kurdi dan Turki. Namun sejauh ini hanya ada sedikit kemajuan. Turki menganggap pasukan Kurdi di Suriah adalah teroris.

"Intinya adalah: Keputusan harus dibuat," kata seorang pejabat AS kepada Wall Street Journal.



"Pada titik tertentu, kami membuat kemajuan politik, atau mereka harus memberitahu militer untuk memperlambat, atau kami akan melanjutkan tanpa proses politik," imbuhnya seperti dikutip dari Washington Examiner, Jumat (8/2/2019).

Pentagon tidak menanggapi permintaan komentar terkait laporan ini. Namun seorang juru bicara Pentagon menolak berkomentar kepada Wall Street Journal.

"Kami tidak membahas jadwal waktu penarikan AS dari Suriah," ujar juru bicara Pentagon Sean Robertson.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada bulan Desember bahwa ISIS telah dikalahkan dan pasukan Amerika akan menarik diri dari wilayah tersebut. Keputusan Trump ini memicu pengunduran diri mantan Menteri Pertahanan Jim Mattis.

Trump menegaskan kembali selama pidato kenegaraannya minggu ini bahwa sudah waktunya bagi AS untuk menarik pasukan dari Suriah, dan menekankan negara-negara besar tidak berperang tanpa akhir.

"Sekarang, ketika kita bekerja dengan sekutu kita untuk menghancurkan sisa-sisa ISIS, sekarang saatnya untuk memberikan para pejuang pemberani kita di Suriah sebuah sambutan kedatangan yang hangat," kata Trump.

Sementara itu, pengawas internal Pentagon mengeluarkan laporan awal pekan ini yang memperingatkan bahwa tidak adanya tekanan kontraterorisme yang berkelanjutan, ISIS kemungkinan dapat bangkit kembali di Suriah dalam waktu enam hingga 12 bulan dan mendapatkan kembali wilayah di tengah-tengah lembah Sungai Eufrat.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak