alexametrics

Di Pertemuan Koalisi Internasional, Saudi Tegaskan akan Berangus ISIS

loading...
Di Pertemuan Koalisi Internasional, Saudi Tegaskan akan Berangus ISIS
Menteri Negara Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir menegaskan bahwa negaranya akan terus memerangi ISIS, hingga kelompok itu lenyap. Foto/Reuters
A+ A-
RIYADH - Menteri Negara Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir menegaskan bahwa negaranya akan terus memerangi ISIS, hingga kelompok itu lenyap. Hal itu disampaikan Juberi dalam pertemuan Koalisi Internasional melawan ISIS di Washington, Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataannya, Jubeir mengatakan Koalisi Internasional didirikan pada 2014 dan terdiri dari 12 negara. Saudi, papar Jubeir adalah salah satu negara pendiri dan salah satu negara pertama yang berpartisipasi aktif dalam operasi militer melawan ISIS.

"Pemerintah saya akan terus berjuang melawan terorisme dan negara-negara sponsornya, dan berjanji untuk mendukung semua upaya internasional dan regional untuk menghilangkan organisasi teroris, terorisme dan kegiatan negara-negara yang tidak stabil di kawasan ini," katanya.



“Kami percaya bahwa perang kami melawan terorisme harus termasuk memerangi pendanaan dan retorikanya yang membenarkan kekerasan dan terorisme. Karena alasan ini, negara saya telah mendirikan pusat untuk memerangi terorisme dan ekstremisme serta sumber pendanaannya," sambungnya, seperti dilansir Arab News pada Kamis (7/2).

Dia menambahkan, bahwa pihaknya menggarisbawahi pentingnya melanjutkan aliansi ini sehingga, semua dapat memastikan ISIS sepenuhnya telah kalah dan tidak bisa bangkit lagi di masa depan.

Sementara itu, sebelumnya Koalisi Internasional dalam pernyataan bersama menuturkan peperangan melawan ISIS akan tetap berlangsung meski mereka telah kehilangan kendali atas sejumlah wilayah di Irak dan Suriah.

Kelompok itu memuji keberhasilan militer melawan ISIS tetapi mencatat bahwa hal itu diperoleh dengan biaya yang luar biasa. Mereka juga menekankan diperlukan keterlibatan lebih lanjut di Irak dan Suriah, di mana kelompok teroris itu masih ulet memberikan perlawanan.

"Kepemimpinan ISIS, afiliasi, dan pendukungnya memandang kerugian teritorialnya di Irak dan Suriah sebagai kemunduran, bukan sebagai kekalahan," bunyi pernyataan bersama itu.

Pernyataan tersebut menyusul rilis laporan PBB yang memperingatkan bahwa ISIS mengubah operasinya menjadi jaringan rahasia di Irak dan Suriah menyusul kekalahan militer di kedua negara.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak