alexametrics

Hizbullah: Lebanon Harus Mau Menerima Senjata dari Iran

loading...
Hizbullah: Lebanon Harus Mau Menerima Senjata dari Iran
Pemimpin kelompok Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengatakan Lebanon harus mau menerima senjata dari Iran untuk menghadapi Israel. Foto/Istimewa
A+ A-
BEIRUT - Pemimpin kelompok Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengatakan bersedia meminta Iran untuk memasok senjata dan sistem pertahanan udara kepada militer Lebanon guna menghadapi pesawat tempur Israel. Ia pun meminta Beirut untuk menerima tawaran itu.

ÔÇťAkankah pemerintah Libanon berani menerima proposal Iran? Mengapa Lebanon tetap takut untuk bekerja sama dengan Iran?" tanya Nasrallah dalam pidato yang disiarkan televisi, menandai peringatan 40 tahun revolusi Iran dan penggulingan Shah.

"Saya seorang teman Iran dan saya ingin membawa sistem pertahanan udara Tentara Lebanon dari Iran untuk menghadapi Israel," kata Nasrallah menurut situs berita Naharnet Lebanon seperti disitir dari Times of Israel, Kamis (7/2/2019).



Nasrallah juga bersumpah bahwa Hizbullah akan membela Iran jika terjadi perang, dengan mengatakan Republik Islam tidak akan sendirian dalam konfrontasi dengan Amerika Serikat (AS).

Nasrallah mengatakan Iran saat ini adalah negara terkuat di kawasan Timur Tengah, dan menyebut poros perlawanan yang dipimpin oleh Iran adalah yang terkuat yang pernah ada. Poros itu terdiri dari kelompok poros Assad dengan milisi Syiah di Irak dan Hizbullah.

"Jika Amerika melancarkan perang terhadap Iran, negara itu tidak akan sendirian dalam konfrontasi, karena nasib wilayah kita terkait dengan Republik Islam," ujarnya.

Lebih jauh Nasrallah mengatakan AS akan mundur dari Timur Tengah dan tidak memiliki opsi nyata untuk menekan Iran kecuali dengan sanksi.

"Kami melihat perjuangan di wilayah ini dapat meningkat dan mungkin mengambil bentuk yang berbeda tetapi dalam semua kasus, hari ini Republik Islam adalah negara terkuat di wilayah ini dan Amerika sedang menuju penarikan lebih banyak dan mundur dari wilayah ini," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, pemimpin berusia 58 tahun itu mengakui jika Hizbullah terpengaruh oleh sanksi AS terhadap Iran. Meski begitu ia bersumpah kelompok yang dipimpinnya akan mengatasi kesulitan melalui keteguhan, kehendak dan tekad.
(ian)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak