alexametrics

Akui Guaido, Grup Lima Minta Militer Venezuela Tinggalkan Maduro

loading...
Akui Guaido, Grup Lima Minta Militer Venezuela Tinggalkan Maduro
Negara-negara Grup Lima mengakui pemerintahan tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido. Foto/Istimewa
A+ A-
OTTAWA - Negara-negara anggota Grup Lima telah menyelesaikan pertemuan mereka di Ottawa, Kanada, terkait krisis di Venezuela. Mereka pun memproklamirkan bahwa tokoh oposisi Juan Guaido sebagai anggota penuh organisasi itu dan mengesampingkan intevensi militer untuk mengakhiri krisis kemanusiaan yang mencengkeram negara kaya minyak itu.

"Sangat penting untuk memahami bahwa Guaido memperoleh legitimasinya dari Majelis Nasional, yang merupakan satu-satunya badan yang tersisa secara demokratis di Venezuela," kata Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland pada konferensi pers penutupan pertemuan Grup Lima seperti dilansir dari CBC, Selasa (5/2/2019).

Para menteri luar negeri dari negara-negara Grup Lima - Kanada, Argentina, Brazil, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Guatemala, Guyana, Honduras, Panama, Paraguay, Peru dan Saint Lucia, bersama dengan perwakilan dari Inggris, Uni Eropa dan AS - bertemu di Ottawa untuk semakin memperkuat dukungan bagi Guaido ketika aksi protes atas legitimasi pemerintah Maduro terus memenuhi jalan-jalan di Venezuela.



Kelompok Lima mengakhiri pertemuannya dengan deklarasi 17 poin yang mencakup seruan bagi angkatan bersenjata nasional Venezuela untuk menunjukkan kesetiaan mereka kepada presiden sementara dalam fungsi konstitusionalnya sebagai komandan tertinggi mereka.

Seruan itu mengikuti berita pada hari Jumat lalu ketika Jenderal Angkatan Udara Venezuela Francisco Yanez telah mengalihkan kesetiaannya kepada Guaido dan telah meminta rekan-rekan perwiranya untuk melakukan hal yang sama.

Baca: Akui Guaido, Jenderal AU Venezuela Serukan Pemberontakan

Akan tetapi, negara-negara Grup Lima tidak mendorong aksi militer terhadap rezim Maduro, dengan mengatakan menegaskan kembali dukungan untuk proses transisi damai melalui cara-cara politik dan diplomatik tanpa menggunakan kekuatan.

Mereka juga menyerukan resolusi damai terhadap krisis dan penyelenggaraan pemilihan umum yang bebas dan adil. Namun mereka tidak menyebut penggunaan kekuatan sebagai opsi untuk berurusan dengan rezim Maduro.

Grup Lima juga mengecam pelanggaran hak asasi manusia di Venezuela. Mereka menyatakan bahwa pasukan keamanan negara itu, telah menyebabkan banyak kematian, cedera, dan penahanan.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak