alexametrics

Malaysia Bangun Masjid di Palu

loading...
Malaysia Bangun Masjid di Palu
Dewan Konsultasi Malaysia untuk Organisasi Kerjasama Islam (MAPIM) menuturkan, mereka akan membangun sejumlah masjid di Palu, Sulawesi Tengah. Foto/Victor Maulana/Sindonews
A+ A-
JAKARTA - Dewan Konsultasi Malaysia untuk Organisasi Kerjasama Islam (MAPIM) menuturkan, mereka akan membangun sejumlah masjid di Palu, Sulawesi Tengah. Pembangunan masjid ini menurut MAPIM adalah bagian dari bantuan pembangunan kembali Palu.

Ketua Pegawai Eksekutif MAPIM, Ahmad Sani Alim Araby menuturkan, masjid pertama akan dibangun pada esok hari dan dilakukan atas kerjasama dengan Skop Production, sebuah rumah produksi film asal Malaysia.

"Pembangunan masjid ini akan dimulai pada esok hari. Enam orang dari MAPIM akan berada di sana untuk memantau pembangunan dan targetnya masjid ini akan rampung dalam kurun waktu 50 hari dan dapat menampung hingga 300 orang," kata Ahmad pada Jumat (2/1).



Ahmad menuturkan, biaya untuk pembangunan masjid ini adalah 200 ribu Ringgit Malaysia (RM), atau sekitar Rp. 650 juta. Pembangunan masjid ini, papar Ahmad, dibiayai oleh Skop Production.

Dia kemudian mengatakan, akan ada juga dana sebesar RM 50 ribu dari sumbangan masyarakat Malaysia yang akan dipakai untuk pembinaan masjid, termasuk di dalamnya pengajian dan buka puasa bersama saat Ramadan.

Dirinya lalu mengatakan, MAPIM akan kembali membangun empat masjid lagi dan saat ini pihaknya yang bekerjasama dengan kantor Kementerian Agama di Palu masih mencari lokasi yang pas untuk membangun masjid, yang akan didanai dari sumbangsih warga Malaysia.

Selain membangun masjid, Ahmad menyebut MAPIM juga akan membangun Kampung Umat. "Di Kampung Umat akan dibangun rumah untuk 60 kepala keluarga dan berlokasi di Duyun, Palu. Masjid pertama dari Skop akan dibangun di Kampung Umat ini," tukasnya.
(esn)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak