alexametrics

Netanyahu Ungkap 3 Alasan Bos Hizbullah Malu Sekarang

loading...
Netanyahu Ungkap 3 Alasan Bos Hizbullah Malu Sekarang
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS
A+ A-
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengatakan Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah saat ini merasa malu setelah menyaksikan kehebatan militer Israel. Menurut pemimpin rezim Zionis itu ada tiga alasan mengapa Nasrallah malu.

Komentar Netanyahu muncul setelah sekutu Iran itu mengatakan pada hari Minggu bahwa kelompok militannya tidak mengecualikan serangan bersama Iran dan Suriah jika rezim Zionis menggempur Damaskus lagi.

Kekuatan mematikan IDF, kata PM Israel, adalah salah satu hal yang membingungkan Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah.



"Kemarin Nasrallah memecah kesunyiannya. Dia malu karena tiga alasan; pertama, karena kesuksesan kami yang luar biasa dalam Operasi Perisai Utara (Operation Northern Shield). Dia dan orang-orangnya melakukan upaya luar biasa dalam senjata kejutan terowongan, termasuk menggalinya—bertentangan dengan apa yang dia katakan—dalam beberapa tahun terakhir dan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam enam minggu kami benar-benar merampas senjata itu," kata Netanyahu pada rapat kabinet hari Minggu.

Dia menjelaskan bahwa sumber rasa malu kedua Nasrallah terkait dengan kesulitan keuangan kelompoknya akibat pemberlakuan kembali sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dan proksi-nya, terutama Hizbullah.

"Ketiga, Nasrallah merasa malu dengan tekad kami. Hizbullah dihadapkan pada kekuatan mematikan IDF, dan percayalah, Nasrallah memiliki alasan yang baik untuk tidak ingin merasakan pukulan dari tanah kami," papar Netanyahu, seperti dikutip dari Times of Israel, Senin (28/1/2019).

Pekan lalu, Angkatan Udara Israel melakukan tiga serangan udara pada target Iran yang sekitar Damaskus, Suriah. Setidaknya empat prajurit Suriah tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan udara itu.

"Ada kemungkinan bahwa kami akan membuat keputusan tentang berbagai tindakan responsif atas agresi Israel, karena apa yang terjadi terakhir kali (di Suriah) sangat berbahaya," kata Nasrallah kepada penyiar Al Mayadeen, Sabtu malam.

Dia berbicara untuk pertama kalinya sejak Israel meluncurkan Operasi Perisai Utara pada awal Desember untuk mengungkap dan menghancurkan terowongan yang digali di bawah perbatasannya oleh Hizbullah.

Pada pertengahan Januari, IDF mengumumkan berakhirnya operasi itu setelah menemukan terowongan keenam dan terbesar yang digali Hizbullah untuk memasuki Israel.

Israel memandang kehadiran Hizbullah di Lebanon dan Suriah sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya. Kelompok itu didukung oleh Iran, yang merupakan saingan musuh utama Israel di wilayah tersebut.

Rezim Zionis telah berulang kali menuduh Iran memiliki kehadiran militer di Suriah. Namun, Teheran menolak klaim tersebut, dan bersikeras bahwa kehadiran militernya di Suriah hanya berupa penasihat militer dan itu atas permintaan Damaskus untuk membantu memerangi teroris.

Israel dan Hizbullah terakhir bentrok pada 2006, ketika IDF menyerbu Lebanon setelah kelompok militan itu menculik dua tentara Israel dalam serangan lintas perbatasan.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak