Donald Trump Samakan Pemerintahan Biden dengan Nazi, Ini Alasannya
Senin, 06 Mei 2024 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pidatonya di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di Texas awal tahun ini, dia mengecam uji coba pertunjukan Stalinis yang dilakukan atas perintah Joe Biden, dan dalam iklan kampanye tahun lalu, dia menggambarkan Biden sebagai "diktator Dunia Ketiga yang korup".
Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa dia akan menjadi “seorang diktator” suatu hari nanti jika terpilih, dan akan menggunakan perintah eksekutif untuk memulai kembali ekstraksi bahan bakar fosil di Amerika, dan mendeportasi jutaan imigran gelap.
Beberapa sejarawan mengatakan komentar Trump mencerminkan sikap para otokrat yang berusaha merendahkan martabat musuh mereka. Tim kampanye Trump sebelumnya menolak perbandingan dengan Nazi, Adolf Hitler, dan Benito Mussolini dari Italia.
Dewan Urusan Masyarakat Yahudi mengecam komparasi Nazi yang digunakan Trump.
“Membuat perbandingan seperti ini selalu salah, menyinggung, dan tercela—terlebih lagi jika disandingkan dengan sejarah panjang mantan presiden dalam menormalisasi antisemitisme,” kata Amy Spitalnick, kepala eksekutif urusan kebijakan publik dari dewan tersebut.
“Sangat keji menggunakan perbandingan Nazi untuk kepentingan agenda otoriter dan fanatik," ujarnya.
Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa dia akan menjadi “seorang diktator” suatu hari nanti jika terpilih, dan akan menggunakan perintah eksekutif untuk memulai kembali ekstraksi bahan bakar fosil di Amerika, dan mendeportasi jutaan imigran gelap.
Beberapa sejarawan mengatakan komentar Trump mencerminkan sikap para otokrat yang berusaha merendahkan martabat musuh mereka. Tim kampanye Trump sebelumnya menolak perbandingan dengan Nazi, Adolf Hitler, dan Benito Mussolini dari Italia.
Dewan Urusan Masyarakat Yahudi mengecam komparasi Nazi yang digunakan Trump.
“Membuat perbandingan seperti ini selalu salah, menyinggung, dan tercela—terlebih lagi jika disandingkan dengan sejarah panjang mantan presiden dalam menormalisasi antisemitisme,” kata Amy Spitalnick, kepala eksekutif urusan kebijakan publik dari dewan tersebut.
“Sangat keji menggunakan perbandingan Nazi untuk kepentingan agenda otoriter dan fanatik," ujarnya.
(mas)
Lihat Juga :