alexametrics

Trump Ancam Hancurkan Ekonomi Turki jika Gempur Kurdi di Suriah

loading...
Trump Ancam Hancurkan Ekonomi Turki jika Gempur Kurdi di Suriah
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump (kiri) saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump mengancam Turki dengan akan menghancurkan ekonominya jika Ankara berani menyerang pasukan Kurdi di Suriah ketika pasukan Washington ditarik dari wilayah itu. Pasukan Kurdi di Suriah merupakan sekutu Washington dalam perang melawan kelompok Islamic State atau ISIS.

Trump berjanji, militer AS masih akan menggunakan pangkalan terdekat yang ada-kemungkinan di Irak—untuk menyerang militan ISIS jika organisasi teroris itu muncul kembali di Suriah.

Selama penarikan pasukan Amerika, Trump memperingatkan Ankara agar tidak melihatnya sebagai kesempatan untuk melakukan kampanye militer apa pun terhadap pasukan Kurdi Suriah.



"Akan menghancurkan Turki secara ekonomi jika mereka menghantam bangsa Kurdi," ancam Trump melalui Twitter. Dia mendesak Ankara untuk menciptakan zona aman 20 mil.

Pada saat yang sama, Trump mendesak Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi Kurdi, yang dilatih dan dipersenjatai selama bertahun-tahun, agar tidak memprovokasi Turki.

"Demikian juga, tidak ingin Kurdi memprovokasi Turki. Rusia, Iran, dan Suriah telah menjadi penerima manfaat terbesar dari kebijakan jangka panjang AS untuk menghancurkan ISIS di Suriah—musuh alami. Kami juga mendapat manfaat tetapi sekarang saatnya untuk membawa pasukan kami kembali ke rumah. Hentikan perang tak terbatas!," lanjut Trump via akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, yang dikutip Senin (14/1/2019).

Penarikan pasukan AS atas perintah Trump telah menuai kritikan di Washington dan dari sekutu-sekutunya di Timur Tengah dan NATO. Namun, Trump mengabaikan semua kritikan. Dia memuji militer AS karena menghancurkan ISIS dan mengabaikan fakta bahwa sebagian besar wilayah Suriah dibebaskan dari ISIS oleh tentara Presiden Bashar al-Assad dengan bantuan militer Rusia.

Trump membuat keputusan untuk menarik sekitar 2.000 tentara Amerika dari Suriah pada bulan lalu, di tengah konsultasi dengan militer Turki mengenai rencana operasi mereka di Suriah. Penasihat Keamanan Nasional John Bolton bahkan mengatakan bahwa pasukan AS tidak akan meninggalkan Suriah sampai Turki menjamin keselamatan milisi Kurdi yang didukung AS.

Turki, bagaimanapun, tetap berkomitmen kuat untuk menghilangkan apa yang mereka sebut ancaman teroris Kurdi yang datang dari lembah Sungai Eufrat, dan secara aktif mempersiapkan kemungkinan operasi lintas-perbatasan. "Persiapan kami berlanjut dengan intens," kata Menteri Pertahanan Turki Halusi Akar.

“Kami tidak memiliki masalah dengan saudara-saudara Kurdi kami, saudara-saudara Arab di Suriah, Turkmen dan kelompok etnis serta agama lainnya. Satu-satunya target kami adalah teroris Daesh dan PKK/YPG," imbuh Akar.

Ankara melihat Unit Perlindungan Kurdi (YPG) yang merupakan bagian dari SDF sebagai perpanjangan dari gerakan PKK Kurdi. Bagi Ankara, PKK Kurdi dan sayapnya adalah organisasi teroris yang selama beberapa dekade telah mengobarkan pemberontakan di Turki.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak