alexametrics

Pangeran Saudi: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Berdampak Negatif

loading...
Pangeran Saudi: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Berdampak Negatif
Pangeran Turki al-Faisal dari Kerajaan Arab Saudi. Foto/Arab News
A+ A-
RIYADH - Seorang pangeran senior Kerajaan Arab Saudi mengkritik penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Suriah. Menurutnya, kebijakan Presiden Donald Trump itu akan memperburuk situasi di negara Presiden Bashar al-Assad yang dilanda perang.

Kritik disampaikan Pangeran Turki al-Faisal dalam sebuah wawancara dengan BBC. Dia mengatakan dunia bersalah telah mengabaikan orang-orang Suriah dan rencana penarikan pasukan AS akan berdampak sangat negatif.

"Tindakan AS, dari sudut pandang saya, adalah bahwa hal itu akan semakin memperumit masalah ini, daripada (menemukan) solusi apa pun untuk itu, dan semakin mengakar tidak hanya pada Iran, tetapi juga Rusia dan Bashar al-Assad," katanya, yang dilansir Senin (14/1/2019).



"Jadi dari sudut pandang ini, tentu saja, ini adalah perkembangan yang sangat negatif," katanya lagi.

Pada bulan Desember 2018, Presiden AS Donald Trump menyatakan kemenangan atas kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah dan mengumumkan bahwa dia akan menarik 2.000 tentara AS dari negara itu.

Pangeran Faisal menambahkan pengunduran diri Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis—sebagai protes atas penarikan pasukan AS—tidak mungkin membantu situasi.

"Jelas dia tidak setuju dengan pemerintah mengenai kebijakan Suriah, jadi dalam konteks itu, yang tersisa akan menjadi tanda komitmen yang lebih positif terhadap kebijakan itu," ujar Pangeran Turki al-Faisal.

Pangeran Turki bukan lagi anggota Pemerintah Arab Saudi, namun menurut BBC pandangannya kemungkinan besar mencerminkan pendapat resmi Saudi.

Dia berbicara soal kebijakan Trump itu sebelum kunjungan Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo ke Riyadh sebagai bagian dari tur ke Timur Tengah.

Hubungan antara Riyadh dan Washington tetap tegang setelah pembunuhan jurnalis dan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Istanbul Oktober 2018 lalu.

Pemerintah Saudi mengecam keras pembunuhan itu sebagai "operasi nakal" yang melibatkan oknum intelijen Riyadh. Pemerintah juga menegaskan Putra Mahkota Mohammed bin Salman tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam pembunuhan jurnalis pembangkang Saudi itu.

Pangeran Faisal menekankan posisi Saudi bahwa Putra Mahkota tidak terlibat dalam pembunuhan itu. Menurutnya, liputan media tentang kematian Khashoggi merupakan upaya tidak adil untuk mengkriminalkan Putra Mahkota.

"Tindakan nakal oleh putra bangsa tidak unik bagi kerajaan, juga tidak unik bagi Putra Mahkota," katanya kepada BBC.

"Tidak ada bukti sama sekali dari pertentangan ini tentang partisipasinya dalam aktivitas yang sama sekali jahat," ujarnya.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak