alexametrics

Polandia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Anti-Iran, Teheran Kesal

loading...
Polandia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Anti-Iran, Teheran Kesal
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan kekesalan atas keputusan Polandia menjadi tuan rumah pertemuan anti-Iran. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan kekesalan atas keputusan Polandia menjadi tuan rumah pertemuan anti-Iran. Zarif menyebut Polandia tidak tahu terima kasih.

"Pemerintah Polandia tidak bisa menghapus rasa malu. Sementara Iran menyelamatkan Polandia di Perang Dunia II, sekarang ia menjadi tuan rumah pertemuan sirkus anti-Iran," kata Zarif melalu akun Twitternya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (13/1).

Pernyataan Zarif itu merujuk pada keputusan Iran untuk menampung lebih dari 100 ribu pengungsi Polandia selama Perang Dunia II.



Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran dilaporkan telah memanggil seorang diplomat senior Polandia untuk memprotes keputusan Warsawa untuk menjadi tuan rumah bersama dengan Amerika Serikat (AS) pertemuan puncak global yang berfokus pada Timur Tengah, terutama Iran.

Kemlu Iran mengatakan kepada kuasa hukum Polandia di Teheran bahwa Iran melihat keputusan untuk menjadi tuan rumah pertemuan itu sebagai tindakan bermusuhan terhadap Iran.

"Kami memperingatkan bahwa Teheran dapat membalas. Kuasa Usaha Polandia memberikan penjelasan tentang konferensi itu dan mengatakan itu bukan pertemuan anti-Iran," kata Kemlu Iran.

Sepreti diketahui, pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa pertemuan puncak mengenai Timur Tengah akan diadakan di Warsawa pada 13-14 Februari mendatang.

Pertemuan itu akan fokus pada stabilitas dan keamanan di Timur Tengah, termasuk pada elemen penting untuk memastikan bahwa Iran tidak menyebarkan pengaruhnya, yang dapat menciptakan ketidak stabilan di kawasan.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak