alexametrics

Ledakan Dahsyat di Paris Tewaskan 3 Orang, Mirip Zona Perang

loading...
Ledakan Dahsyat di Paris Tewaskan 3 Orang, Mirip Zona Perang
Ledakan dahsyat diduga akibat ledakan gas di toko roti terjadi Paris, Prancis, Sabtu (12/1/2019). Foto/Mirror
A+ A-
PARIS - Ledakan dahsyat yang diduga akibat kebocoran gas di sebuah toko roti di Paris, Sabtu (12/1/2019), menewaskan tiga orang dan melukai 47 orang lainnya. Ledakan membuat kawasan Rue de Trevise tersebut mirip zona perang.

Otoritas Prancis mengatakan ledakan dan kebakaran telah menghancurkan jendela sejumlah bangunan dan beberapa mobil di jalan terbalik. Respons darurat diluncurkan, salah satunya dengan mengevakuasi penduduk setempat.

Lokasi ledakan tidak jauh dari distrik perbelanjaan yang mencakup markas Galeries Lafayette yang terkenal.



Dua dari tiga korban tewas adalah petugas pemadam kebakaran. Dari 47 korban luka, 10 di antaranya dalam kondisi kritis.

Menteri Luar Negeri Spanyol Josep Borrowell mengatakan seorang wanita Spanyol termasuk di antara korban tewas. "Saya sangat menyesalkan kematian tiga orang setelah ledakan di pusat kota Paris, termasuk seorang wanita Spanyol," tulis di di Twitter, yang dilansir Fox News, Minggu (13/1/2019).

Dia menyampaikan belasungkawa kepada kerabat para korban."Dan berharap pada pemulihan cepat untuk warga Spanyol lainnya yang terluka," lanjut dia.

Awalnya dilaporkan bahwa empat orang tewas dalam insiden itu. Namun, otoritas Prancis menyatakan korban meninggal tiga orang.

"Sayangnya korban manusia sangat serius," kata Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner. Menurutnya, situasi telah terkendali. Dia terkejut setelah melihat kerusakan akibat ledakan.

Sekitar 200 petugas pemadam kebakaran dan polisi terlibat dalam operasi darurat. Sebuah helikopter juga dikirim ke lokasi insiden untuk mengevakuasi para korban luka.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak