alexametrics

FBI Selidiki Dugaan Presiden Trump Bekerja untuk Rusia

loading...
FBI Selidiki Dugaan Presiden Trump Bekerja untuk Rusia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) saat menerima hadiah bola dari Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuan di Helsinki, Finlandia. Foto/ REUTERS/Grigory Dukori
A+ A-
WASHINGTON - Biro Investigasi Federal (FBI) membuka penyelidikan tentang dugaan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump bekerja untuk Rusia. Pembukaan penyelidikan itu diungkap The New York Times.Penyelidikan—sebuah kontra intelijen ganda dan penyelidikan kriminal—diluncurkan setelah presiden memecat direktur FBI James Comey pada Mei 2017. Laporan media Amerika itu mengutip beberapa sumber anonim yang mengetahui pembukaan penyelidikan oleh FBI.
Aspek kontra intelijen terdiri dari penentuan apakah Trump secara sadar atau tidak sadar bekerja untuk Moskow dan apakah dia merupakan ancaman terhadap keamanan nasional.

Sedangkan penyelidikan kriminal terkait dengan pemecatan Comey oleh Trump.

Investigasi FBI segera dilipat ke dalam penyelidikan oleh penyidik khusus Robert Mueller tentang dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016 dan dugaan kolusi antara tim kampanye Trump dengan Moskow.



Menurut The New York Times, yang dikutip Sabtu (12/1/2019), FBI telah curiga soal hubungan Trump dengan Rusia sejak kampanye pemilu 2016. Tapi, biro investigasi itu menunda pembukaan penyelidikan sampai akhirnya presiden memecat Comey.

Comey dipecat karena menolak membatalkan penyelidikan dugaan intervensi Rusia dalam pemilu AS 2016, di mana penyelidikan itu kini dipimpin Mueller.

Trump telah berulang kali mengkritik penyelidikan Mueller sebagai "perburuan penyihir" dan melihatnya sebagai noda pada legitimasi kepresidenannya.

Trump mengecam penyelidikan itu sebagai tuduhan yang tidak berdasar. Namun, Mueller telah mengeluarkan lusinan dakwaan dan terus-menerus menjatuhkan hukuman terhadap beberapa rekan dekat presiden, termasuk mantan penasihat keamanan nasional, mantan pengacara pribadi, dan mantan kepala kampanyenya.

Mantan penasihat keamanan nasional, Michael Flynn, mengaku bersalah berbohong kepada penyelidik tentang hubungannya dengan Moskow.

Mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, telah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena berbagai kejahatan, termasuk pelanggaran tindak pidana keuangan kampanye yang dia lakukan, yang diduga oleh jaksa hal itu atas arahan Trump.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak