alexametrics

Buka Pangkalan Militer di Asia Tenggara-Karibia, Rusia Kecam Inggris

loading...
Buka Pangkalan Militer di Asia Tenggara-Karibia, Rusia Kecam Inggris
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Foto/Istimewa
A+ A-
MOSKOW - Rusia mengutuk rencana Inggris untuk membuka pangkalan militer di Asia Tenggara dan Karibia. Moskow mengatakan siap untuk mengambil tindakan balasan jika kepentingannya dan sekutunya terancam.

Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson mengatakan kepada surat kabar Sunday Telegraph bulan lalu bahwa London sedang mengerjakan rencana untuk membangun dua pangkalan asing baru dalam beberapa tahun mendatang setelah meninggalkan Uni Eropa.

Williamson tidak merinci di mana pangkalan-pangkalan itu akan dibangun, tetapi surat kabar itu melaporkan bahwa opsi pembangunan itu termasuk di Singapura atau Brunei di dekat Laut Cina Selatan dan Montserrat atau Guyana di Karibia.



Juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, menggambarkan pernyataan Williamson membingungkan dan memperingatkan rencana tersebut dapat mengganggu kestabilan dunia.

"Tentu saja, Inggris seperti negara lain adalah independen ketika datang ke rencana pembangunan militernya. Tetapi dengan latar belakang meningkatnya ketegangan militer dan politik secara keseluruhan di dunia pernyataan tentang keinginan untuk membangun kehadiran militernya di negara ketiga kontraproduktif, destabilisasi dan mungkin bersifat provokasional," ujarnya.

"Jika ada tindakan yang mengancam keamanan Rusia atau sekutunya, negara kami berhak mengambil tindakan balasan yang sesuai," sambungnya memperingatkan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/1/2019).

Sekedar informasi, Rusia memiliki pangkalan militer di beberapa negara di bekas Uni Soviet dan mengoperasikan fasilitas militer di Suriah dan Vietnam.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak