alexametrics

Rusia Bakal Tembak Jatuh Pesawat yang Melanggar Wilayah Udaranya

loading...
Rusia Bakal Tembak Jatuh Pesawat yang Melanggar Wilayah Udaranya
Rusia tengah mempersiapkan rancangan keputusan menembak jatuh pesawat yang dianggap sebagai ancaman negara. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia ingin mengkonfirmasi otoritasnya untuk menembak jatuh pesawat yang melanggar wilayah udara negara itu dan menjadi ancaman atau kematian, termasuk pesawat yang dibajak.

Rancangan keputusan pemerintah yang disiapkan oleh militer Rusia akan mengubah aturan keterlibatan untuk pesawat yang melanggar perbatasan, yang terakhir ditinjau pada tahun 1994. Dokumen lama secara eksplisit melarang serangan terhadap sebuah pesawat, jika diketahui ada penumpang atau sandera di dalamnya.

Dokumen baru, yang melewati tahap feedback publik minggu ini, akan menghilangkan larangan dan memungkinkan menembak jatuh pesawat yang menimbulkan ancaman terhadap nyawa atau bencana lingkungan yang besar serta merampingkan prosedur untuk bagaimana penggunaan kekuatan mematikan tersebut dapat diperoleh dan diimplementasikan.



Namun, perubahan itu murni teknis karena militer Rusia telah diberi wewenang untuk menggunakan kekuatan mematikan terhadap pesawat sipil, yang diberikan di bawah undang-undang anti-terorisme saat ini. Dalam hal ini, Rusia tidak berbeda dengan banyak negara lain, yang belajar dengan sangat baik terhadap peristiwa bulan September 2001 di mana sebuah pesawat penumpang dapat berfungsi sebagai senjata paling mematikan jika diarahkan pada target bernilai tinggi.

Keputusan pemerintah yang baru, diharapkan mulai berlaku pada bulan Februari, dimaksudkan untuk menghilangkan perbedaan antara bagian-bagian berbeda dari hukum Rusia seperti disitir dari RT, Sabtu (12/1/2019).

Rusia memiliki sejarah menyakitkan dengan pesawat sipil yang melanggar perbatasannya. Pada tahun 1983, sebuah pesawat penumpang Korea Airlines ditembak jatuh oleh militer setelah menyimpang ke wilayah udara Soviet karena kelalaian pilot.

Komandan militer, yang mengizinkan penembakan, bertindak dengan anggapan bahwa pesawat itu adalah pesawat mata-mata Boeing RC-135 AS yang mengumpulkan data intelijen di pangkalan militer dan kru pesawat mengabaikan perintah serta tembakan peringatan dengan sengaja.

Insiden itu menjadi salah satu momen menentukan Perang Dingin, yang terjadi selama periode ketegangan yang meningkat antara kedua kubu ideologis. Insiden itu juga memiliki efek mengerikan pada militer Soviet, yang empat tahun kemudian berkontribusi pada keberhasilan prestasi pilot amatir Jerman Mathias Rust, yang menerbangkan pesawat kecilnya sampai ke Lapangan Merah dan mendaratkannya di salah satu jembatan Moskow, cukup banyak yang tidak tertandingi oleh pertahanan udara.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak