alexametrics

Dukung Gadis Saudi Pencari Suaka, 4 Wanita Demo Telanjang Dada

loading...
Dukung Gadis Saudi Pencari Suaka, 4 Wanita Demo Telanjang Dada
Empat wanita demo telanjang dada di Sydney untuk mendukung gadis Arab Saudi yang mencari suaka di Australia. Foto/Facebook Secret Sisterhood
A+ A-
SYDNEY - Empat wanita menggelar demo telanjang dada (topless) di Sydney untuk mendukung gadis Arab Saudi Rahaf Mohammed Alqunun yang mencari suaka di Australia.Gadis 18 tahun itu jadi pemberitaan media internasional setelah bersembunyi di bandara Bangkok dan mengklaim akan dibunuh keluarganya jika dipulangkan ke negaranya.
Empat demonstran wanita itu berasal dari kelompok Secret Sisterhood. Mereka ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi Alqunun.

Mengutip 9News, Kamis (10/1/2019) malam, para wanita yang hanya mengenakan celana jins itu memegang plakat dengan berbagai pesan dukungan untuk Alqunun. Mereka mendesak pemerintah Australia untuk memberikan tempat tinggal bagi gadis itu.

"Kami di sini mendorong mereka (pemerintah) agar mengizinkannya masuk. Dia telah diakui oleh PBB sebagai pengungsi, sehingga kami percaya pemerintah Australia perlu meningkatkan, (kesadaran) mengakui kesulitannya dan mengenali apa yang telah ia lalui, dan ia bisa menjadi ikon bagi di seluruh dunia bahwa wanita seharusnya tidak ditindas dan mereka harus melarikan diri dari negara-negara tempat mereka tertindas," kata pendiri Secret Sisterhood, Jacquie Love.



Alqunun yang hendak ke Australia terperangkap di Bangkok, di mana dia dilarang masuk ke Thailand setelah dokumen-dokumen perjalanannya direbut paksa oleh pejabat Kedutaan Saudi. Dia bersembunyi di sebuah bandara di Bangkok dan menolak dipulangkan karena merasa nyawanya terancam.

Aksinya menarik perhatian masyarakat internasional setelah dia membuat keluhan di media sosial tentang ancaman yang dia hadapi.

Sebelumnya, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) merujuk kasus Alqunun ke pihak berwenang Australia. Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan rujukan itu dengan cara biasa, seperti halnya dengan semua rujukan UNHCR.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak