alexametrics

China Kerahkan Rudal DF-26 usai Ancam Tenggelamkan 2 Kapal Induk AS

loading...
China Kerahkan Rudal DF-26 usai Ancam Tenggelamkan 2 Kapal Induk AS
Kapal induk Amerika Serikat, USS Carl Vinson. Foto/US Navy/Mass Communication Specialist 3rd Class John Grandin
A+ A-
BEIJING - China mengerahkan rudal-rudal balistik anti-kapal DF-26 ke posisi yang paling tepat untuk menyerang kapal-kapal di Laut China Selatan dan Laut China Timur. Diaktifkannya "misil pembunuh kapal" itu berselang beberapa hari setelah pejabat militer Beijing mengancam akan menenggelamkan dua kapal induk Amerika Serikat (AS).

Global Times, media yang dikontrol pemerintah Presiden Xi Jinping, melaporkan sistem rudal balistik terbaru itu sedang dikerahkan ke berbagai lokasi yang paling tepat. Senjata tersebut diperkenalkan pertama kali pada April tahun lalu.

Beijing dalam beberapa hari ini dibuat marah dengan kemunculan kapal perang AS, USS McCampbell, di dekat Kepulauan Paracel (Xisha) di Laut China Selatan. Kepulauan itu diklaim oleh China, Vietnam dan Taiwan.



Washington berdalih kapal perangnya hanya menjalankan misi patroli rutin untuk menegakkan kebebasan navigasi di laut internasional.

"Pemilihan waktu laporan ini memicu diskusi di antara para pengamat militer China secara online, seperti yang terjadi setelah USS McCambell, sebuah (kapal) perusak dengan rudal terpandu AS, masuk ke perairan teritorial China di lepas Kepulauan Xisha pada Senin tanpa izin dari pemerintah China," tulis media corong pemerintah itu dalam laporannya, Kamis (10/1/2019).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan pesawat militer dan kapal perang telah dikirim untuk memperingatkan kapal USS McCambell untuk pergi.

Laporan Global Times tentang pengerahan misil DF-26 itu mengindikasikan bahwa Beijing mulai kehilangan kesabaran.

"DF-26 adalah generasi baru dari rudal balistik jarak menengah China yang mampu menargetkan kapal-kapal sedang dan besar di laut," lanjut laporan Global Times. "Itu dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir."

Tidak seperti rudal jelajah jarak pendek konvensional, DF-26 tidak akan diposisikan dekat dengan Selat Taiwan atau di pulau-pulau yang disengketakan itu sendiri.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak