alexametrics

China Dukung Pertemuan Trump-Kim Jong-un Jilid Dua

loading...
China Dukung Pertemuan Trump-Kim Jong-un Jilid Dua
Presiden China Xi Jinping dan Pemimpin Korut Kim Jong-un bergabung dengan istri mereka, menghadiri pertemuan di Beijing. Foto/Istimewa
A+ A-
BEIJING - Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un bahwa Beijing mendukung pertemuan puncak kedua antara pemimpin Korut dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia menambahkan bahwa ia berharap mereka "bertemu di tengah jalan."

Dilaporkan oleh kantor berita Xinhua muncul sehari setelah Kim Jong-un untuk mengakhiri perjalanan dua hari yang tidak diumumkan ke China, sekutu diplomatik utama Korut dan sumber utama bantuan dan perdagangan.

"Penyelesaian politik masalah Semenanjung (Korea) menghadapi peluang bersejarah yang langka," kata Xi Jinping selama kunjungan Kim Jong-un ke Ibu Kota China, seperti dikutip Al Jazeera dari Xinhua, Kamis (10/1/2018).



Sementara itu, Kim Jong-un mengatakan Korut akan melakukan upaya untuk mencapai hasil yang akan disambut oleh masyarakat internasional pada pertemuan puncak berikutnya dengan Amerika Serikat, tambah kantor berita resmi China tersebut.

Jong-un mengatakan ia berharap pihak-pihak yang relevan akan menanggapi "kekhawatiran wajar" Korut secara serius dan secara aktif merespons mereka untuk mempromosikan resolusi komprehensif untuk masalah semenanjung Korea.

Dalam sebuah laporan juga media pemerintah Korut, KCNA mengatakan, bahwa Jong-un dan Jinping melakukan diskusi mendalam tentang bagaimana bersama-sama mempelajari dan mengarahkan situasi di Semenanjung Korea dan pembicaraan denuklirisasi.

Perjalanan ke China dilakukan seminggu setelah Jong-un, dalam pidato tahunan Tahun Baru untuk negara itu, memperbarui komitmennya terhadap denuklirisasi tetapi memperingatkan bahwa Pyongyang dapat mengubah pendekatannya pada perundingan nuklir jika Washington tetap bertahan dengan sanksi.

Pada pertemuan puncak penting di Singapura tahun lalu, Jong-un dan Trump menandatangani janji yang tidak jelas tentang denuklirisasi, tetapi sejak itu kemajuan telah terhenti dengan kedua belah pihak memperdebatkan interpretasi perjanjian mereka.

AS bersikeras bahwa sanksi PBB harus tetap ada sampai Korut menyerahkan senjatanya, sementara Pyongyang ingin agar mereka segera dilonggarkan. China juga ingin sanksi itu dilonggarkan.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak