alexametrics

China Izinkan 2.000 Etnis Kazakh Tinggalkan Wilayah Xinjiang

loading...
China Izinkan 2.000 Etnis Kazakh Tinggalkan Wilayah Xinjiang
Kerabat orang-orang yang hilang di wilayah Xinjiang, Cina barat jauh, memegang foto di kantor organisasi advokasi Kazakh Cina di Almaty, Kazakhstan. Foto/Istimewa
A+ A-
ALMATY - Kementerian Luar Negeri Kazakhstan mengatakan China mengizinkan lebih dari 2.000 etnis Kazakh meninggalkan kewarganegaraan China mereka dan meninggalkan negara itu. Ini menjadi tanda bahwa Beijing mungkin mulai merasakan serangan balasan terhadap tindakan kerasnya terhadap Muslim di wilayah barat Xinjiang.

Penahanan Uighur, Kazakh dan etnis minoritas lainnya di kamp-kamp interniran telah menjadi masalah yang sensitif di negara tetangga Kazakhstan, negara di Asia Tengah yang berpenduduk 18 juta orang. China adalah mitra dagang utama, dan media yang dibatasi oleh Kazakhstan pada umumnya menghindari melaporkannya. Namun para aktivis mengatakan tekanan atas tindakan itu perlahan-lahan mulai meningkat, menyusul berita Associated Press terhadap kamp-kamp interniran itu pada Mei lalu dan liputan media internasional lainnya.

Kantor pers Kementerian Luar Negeri Kazakhstan, dalam tanggapan emailnya, mengkonfirmasi laporan media Kazakh pada bulan Desember bahwa China telah setuju untuk membiarkan 2.000 lebih etnis Kazakh pergi. Namun mereka tidak mengatakan siapa yang bisa pergi atau mengapa.



"Mereka akan diizinkan untuk mengajukan kewarganegaraan Kazakh atau tinggal permanen setelah kedatangan mereka di Kazakhstan," kata email itu seperti dikutip dari AP, Kamis (10/1/2018).

Kementerian Luar Negeri China tidak menanggapi permintaan komentar terkait hal ini.

Otoritas China di Xinjiang telah meluncurkan kampanye pengawasan dan penahanan besar-besaran yang telah menyapu ratusan ribu dan mungkin lebih dari satu juta orang ke kamp-kamp interniran. Mantan tahanan mengatakan mereka dipaksa untuk meninggalkan budaya dan kepercayaan mereka serta menjadi sasaran indoktrinasi politik.

Penahanan itu membuat mereka merinding karena komunitas orang-orang Kazakh yang lahir di China tinggal di Kazakhstan. Banyak yang meninggalkan China untuk mengejar peluang bisnis dalam perdagangan atau mendidik anak-anak mereka di sekolah-sekolah Kazakh ketika pembatasan diperketat di Xinjiang.

Ratusan kehilangan kontak dengan kerabat di Xinjiang, dan banyak yang mulai menulis surat dan menghadiri konferensi pers, berharap publisitas yang lebih besar akan membantu membawa orang yang mereka cintai pulang.

Serikzhan Bilash, kepala kelompok advokasi Atajurt, merasakan perubahan halus dalam posisi pemerintah Kazakhstan. Dia mengatakan dia telah diperingatkan oleh pejabat untuk menghentikan kegiatannya empat kali musim panas ini tetapi peringatan telah berhenti. Bulan lalu, ia diundang ke acara bincang-bincang populer Kazakh selama satu jam, yang menunjukkan meningkatnya toleransi atas karyanya yang mempublikasikan keadaan buruk warga Kazakh yang ditahan.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak