alexametrics

Rusia Uji Coba Rudal Dekat Suriah di Tengah Penarikan Pasukan AS

loading...
Rusia Uji Coba Rudal Dekat Suriah di Tengah Penarikan Pasukan AS
Rusia akan melakukan uji coba rudal di Laut Mediterania di tengah penarikan pasukan AS dari Suriah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
MOSKOW - Rusia berencana untuk melakukan uji coba rudal di lepas pantai Mediterania Suriah. Uji coba ini dilakukan di tengah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) atas perintah Presiden Donald Trump.

"Latihan Angkatan Laut Rusia (latihan menembakkan rudal) akan diadakan pada 9-10 Januari, 16-17 Januari, 23-24 Januari dan 30-31 Januari," bunyi pemberitahuan untuk penerbangan (NOTAM) yang diedarkan pada Rabu kemarin.

"Latihan menembakkan rudal direncanakan di lepas pantai Suriah di Laut Mediterania," demikian bunyi pemberitahuan tersebut seperti dikutip dari TASS, Kamis (10/1/2018).



Ini bukan kali pertama Angkatan Laut Rusia melakukan latihan di Laut Mediterania. Pada awal September 2018, Angkatan Laut Rusia mengadakan latihan skala besar di Laut Mediterania, yang mempraktikkan teknik taktis terbaru dan metode operasi kelompok laut dan penerbangan. Latihan melibatkan 26 kapal tempur dan kapal, termasuk dua kapal selam, dan juga 34 pesawat.

Baca juga:
Rusia Gelar Latihan Perang Besar-besaran di Laut Mediterania


Presiden AS, Donald Trump bulan lalu mengumumkan bahwa ia akan menarik pasukan darat dari Suriah. Keputusan ini disambut dengan kritik oleh sejumlah pejabat tinggi Trump, beberapa di antaranya telah mengundurkan diri ketika mereka mendorong komitmen AS yang lebih besar untuk menghabisi ISIS, mengusir kelompok yang diduga dikendalikan Iran dan mengawasi transisi paksa Assad dari kekuasaan.

Langkah ini juga menimbulkan kekhawatiran di antara Pasukan Demokrat Suriah ketika sekutu AS, Turki, mengancam akan melakukan serangan baru terhadap kelompok-kelompok Kurdi yang dituduh terkait dengan gerilyawan separatis di dalam negeri itu.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak