alexametrics

Iran Sebut Taliban Harus Memiliki Peran di Afghanistan Baru

loading...
Iran Sebut Taliban Harus Memiliki Peran di Afghanistan Baru
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, pihaknya percaya Taliban memiliki peran dalam masa depan Afghanistan. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, pihaknya percaya Taliban memiliki peran dalam masa depan Afghanistan. Namun, lanjut Zarif, Taliban tidak boleh memiliki peran yang dominan.

"Saya pikir tidak mungkin memiliki masa depan Afghanistan tanpa adanya peran dari Taliban. Tapi kami juga percaya bahwa Taliban seharusnya tidak memiliki peran dominan di Afghanistan," ucap Zarif, seperti dilansir Reuters pada Rabu (9/1).

Zarif mengatakan, itu tergantung pada rakyat Afghanistan untuk memutuskan peran apa yang seharusnya dimiliki Taliban, tetapi tetangga-tetangga Afghanistan tidak ingin mereka memiliki kendali yang cukup besar.



"Tidak ada orang di wilayah ini yang percaya bahwa Taliban yang mendominasi Afghanistan adalah untuk kepentingan keamanan wilayah itu. Saya percaya itu hampir merupakan konsensus," ucapnya.

Diplomat senior Iran itu kemudian mengatakan, Teheran telah memiliki kontak intelijen dengan Taliban. Ini diperlukan untuk mengamankan daerah-daerah perbatasan yang dikendalikan oleh Taliban di sisi Afghanistan.

Sementara itu, kemarin Taliban mengatakan bahwa mereka telah membatalkan pembicaraan damai dengan para pejabat Amerika Serikat (AS) di Qatar pekan ini. Taliban menyebut, pembatalan ini karena ada ketidaksepakatan agenda, terutama karena keterlibatan para pejabat Afghanistan dalam pembicaran itu.

Seorang sumber Taliban mengatakan pertemuan itu rencananya akan digelar mulai esok hari. Namun, karena AS memaksa untuk dapat melibatkan pejabat Afghanistan dalam pembicaraan itu, Taliban langsung menolak dan membatalkan pertemuan.

Taliban memang telah menolak permintaan dari kekuatan-kekuatan regional untuk mengizinkan para pejabat Afghanistan untuk mengambil bagian dalam perundingan, bersikeras bahwa AS adalah musuh utama mereka dalam perang 17 tahun.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak