alexametrics

Rilis Universitas 'Mahasiswi Mudah Seks', Majalah Jepang Minta Maaf

loading...
Rilis Universitas Mahasiswi Mudah Seks, Majalah Jepang Minta Maaf
SPA, majalah pria dewasa di Jepang. Foto/Oneindia
A+ A-
TOKYO - Sebuah majalah pria Jepang mengeluarkan permintaan maaf setelah menerbitkan daftar universitas yang mahasiswinya mudah diajak berhubungan seks di pesta minuman. Publikasi itu telah memicu kemarahan publik.

Media yang membuat heboh publik Jepang itu adalah majalah mingguan Spa!.

Seorang wanita telah meluncurkan kampanye online yang meminta redaksi majalah tersebut meminta maaf dan menuntut artikel dihapus.



Artikel itu merujuk pada praktik pesta minum gyaranomi di mana pria membayar wanita untuk hadir dalam pesta.

Artikel dalam edisi 25 Desember 2018 itu menyebutkan pesta-pesta populer di kalangan mahasiswi. Tulisan itu menyertakan wawancara dengan "pengembang aplikasi" yang dimaksudkan untuk membantu setiap orang untuk menemukan calon peserta pesta.

"Kami ingin meminta maaf karena menggunakan bahasa sensasional untuk menarik pembaca tentang bagaimana mereka bisa menjadi intim dengan wanita dan untuk membuat peringkat dengan nama universitas yang sebenarnya, yang menghasilkan fitur, yang mungkin telah menyinggung pembaca," bunyi permintaan maaf majalah itu, seperti dikutip BBC, semalam (8/1/2019).

"Pada masalah yang melibatkan seks, kami akan melakukan apa yang kami bisa sebagai majalah untuk mendengarkan berbagai pendapat," lanjut pernyataan media itu.

Artikel itu menyebutkan lima perguruan tinggi tempat para mahasiswi mudah didapat di pesta minum. Artikel menjelaskan cara membujuk mahasiswi dan menilai apakah seorang mahasiswi siap untuk berhubungan seksual berdasarkan pakaian dan penampilannya.

Petisi kecaman untuk majalah itu dimulai oleh Kazuna Yamamoto di change.org. Petisi sejauh ini telah didukung oleh lebih dari 33.000 orang pada hari Selasa kemarin.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak