alexametrics

Seorang Mahasiswi India Diperkosa Dua Hari oleh Enam Pria

loading...
Seorang Mahasiswi India Diperkosa Dua Hari oleh Enam Pria
Ilustrasi korban serangan asusila. Foto/SINDOnews
A+ A-
NEW DELHI - Seorang mahasiswi teknik berusia 20 tahun asal Rourkela, Odisha, India diperkosa oleh setidaknya enam pria di Chakradharpur, Jharkhand selama dua hari. Para pelaku kemudian membuang korban di hutan.

Menurut laporan yang diajukan ke kantor Polisi Kereta Api Pemerintah di Rourkela pada hari Senin lalu, gadis itu diculik oleh teman saudaranya. Dia kemudian diperkosa oleh sekitar enam pria selama dua hari di sebuah rumah di daerah Lotapahar, Chakradharpur. Para pelaku kemudian membuangnya di hutan terdekat pada 1 Januari 2019.

Inspektur Polisi Rourkela, Ajay Pratap Swain mengaku belum ada tersangka yang ditangkap sejauh ini.



Swain mengatakan korban awalnya sedang menunggu kereta api di stasiun kereta api Rourkela pada 30 Desember. Korban ingin pulang ke rumahnya di distrik Jharsuguda.

Korban saat itu bertemu dengan teman saudara laki-lakinya, yang kemudian menyarankannya untuk naik kereta tertentu bersamanya untuk mencapai Jharsuguda.

“Ketika gadis itu naik kereta bersama dengan pemuda itu, dia segera menyadari bahwa kereta itu tidak menuju Jharsuguda tetapi menuju Chakradharpur. Pemuda itu kemudian menyarankannya untuk turun di stasiun kereta Lotapahar di Jharkhand dan naik bus untuk mencapai Jharsuguda," kata Swain.

“Namun, pemuda itu membawanya ke sebuah rumah setelah keduanya mencapai stasiun. Lima teman pemuda lainnya juga tiba di rumah dan diduga memerkosa gadis itu selama dua hari," kata polisi tersebut, seperti dikutip Hindustan Times, Selasa (8/1/2019) malam.

Usai mengajukan laporan ke polisi, korban menjalani perawatan di rumah sakit pemerintah di Rourkela.

Polisi mengaku telah membentuk dua tim untuk menyelidiki insiden itu. Satu tim telah pergi Chakradharpur.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak