alexametrics

PBB Lindungi Wanita Saudi yang Kabur ke Thailand

loading...
PBB Lindungi Wanita Saudi yang Kabur ke Thailand
Kepala imigrasi Thailand, Surachate Hakparn sebut wanita asal Saudi yang kabur ke Thailand sudah dibawa ke Bangkok dan berada di bawah perlindungan UNHCR. Foto/Reuters
A+ A-
BANGKOK - Kepala imigrasi Thailand, Surachate Hakparn mengatakan, Rahaf Mohammed al-Qunun, wanita asal Arab Saudi yang melarikan diri ke Thailand saat ini sudah dibawa ke Bangkok dan berada di bawah perlindungan Perwakilan Komisaris Tinggi Pengungsi PBB (UNHCR).

"Kami akan membawanya ke Bangkok dan memberinya tempat berlindung yang aman di bawah perawatan UNHCR," kata Surachate dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Strait Times pada Selasa (8/1).

Surachate kemudian mengatakan, UNHCR akan bekerja untuk memproses permintaan Qunun untuk mendapatkan status pengungsi di Negeri Gajah Putih tersebut.



Sementara itu, Giuseppe de Vincentis, perwakilan UNHCR di Thailand, mengatakan pemerintah Thailand telah memberikan jaminan bahwa Qunun tidak akan diusir ke negara mana pun, di mana ia mungkin berada dalam bahaya saat kasusnya sedang diproses.

Sebelumnya diwartakan,Qunun ditahan di Bandara Suvarnabhumsetelah ditolak masuk Thailand pada hari Minggu karena dokumennya bermasalah. Wanita itu mengaku takut dibunuh jika dipulangkan ke negaranya.

Qunun mengatakan bahwa dia dihentikan oleh pejabat Saudi dan Kuwait ketika dia tiba di Bandara Suvarnabhumi. Dokumen perjalanannya kemudian diambil secara paksa. Dia menuturkan bahwa dia mencoba untuk melarikan diri dari keluarganya, yang membuatnya mengalami pelecehan fisik dan psikologis.

"Keluarga saya ketat dan mengurung saya di kamar selama enam bulan hanya karena saya memotong rambut," katanya, yang menambahkan bahwa dia yakin akan dipenjara jika dikirim kembali ke negaranya.

"Saya yakin 100 persen mereka akan membunuh saya begitu saya keluar dari penjara Saudi," katanya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak