alexametrics

Dinilai Intervensi Kebijakan Dalam Negeri, Somalia Usir Pejabat PBB

loading...
Dinilai Intervensi Kebijakan Dalam Negeri, Somalia Usir Pejabat PBB
Kementerian Luar Negeri Somalia mengatakan, Haysom, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Somalia, secara efektif dibyatakan persona non grata. Foto/Istimewa
A+ A-
MOGADISHU - Pemerintah Somalia dilaporkan telah memerintahkan Nicholas Haysom, pejabat tinggi PBB di negara itu untuk pergi. Mogadhisu menuduhnya mencampuri kedaulatan nasional beberapa hari setelah ia mengemukakan kekhawatiran tentang tindakan pasukan keamanan Somalia yang didukung oleh Amerika Serikat (AS).

Kementerian Luar Negeri Somalia mengatakan, Haysom, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Somalia, tidak diharuskan dan tidak dapat bekerja di Somalia dan yang secara efektif menyatakan persona non grata terhadap Hasyom.

"Keputusan itu diambil setelah dia secara terbuka melanggar perilaku yang tidak tepat dari kantor PBB di Somalia," kata Kemlu Somalia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (2/1).



Langkah Somalia itu dilakukan setelah Haysom mengirim surat bertanggal 30 Desember ke Menteri Keamanan Dalam Negeri yang menyatakan keprihatinan atas dugaan keterlibatan pasukan keamanan Somalia yang didukung PBB dalam penangkapan Mukhtar Robow pada 13 Desember, yang menewaskan 15 warga sipil dan penangkapan sekitar 300 orang yang terlibat dalam demonstrasi pada 13, 14, dan 15 Desember.

Robow, orang yang disebut dalam surat itu, adalah seorang mantan militan Shabaab yang tengah berupaya untuk menjadi pemimpin regional di negara itu dalam pemilu yang dibatalkan pada bulan lalu.

Penangkapannya memicu bentrokan antara milisi yang setia dengan pasukan Robow dengan pasukan Somalia. Pasukan keamanan Ethiopia, yang merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika di Somalia, juga terlibat dalam bentrokan.

Dalam surat itu, Haysom meminta penjelasan mengenai dasar hukum penangkapan Robow. Dia juga bertanya tindakan apa yang telah diambil untuk menyelidiki kematian dalam demonstrasi di Baidoa setelah penangkapan Robow. Dia mengatakan bahwa PBB memahami bahwa sebagian besar dari mereka yang ditahan adalah anak-anak.
(esn)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak