Putin: Rudal Baru Rusia Akan Buat Barat 'Berpikir'

Kamis, 20 Desember 2018 - 00:55 WIB
Putin: Rudal Baru Rusia...
Putin: Rudal Baru Rusia Akan Buat Barat 'Berpikir'
A A A
MOSKOW - Sebuah sistem rudal baru harus memberi kekuatan Barat jeda sebelum mengancam Rusia. Hal itu dikatakan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada penasihat pertahanannya di Moskow.

"Serius, langkah-langkah terobosan telah dibuat dalam pengembangan senjata state of the art yang unik," kata Putin, menurut transkrip resmi.

“Senjata-senjata ini mengkonsolidasikan keseimbangan kekuatan dan, dengan demikian, stabilitas internasional. Saya berharap sistem baru kami akan menyediakan bahan untuk berpikir bagi mereka yang terbiasa dengan retorika militeristik dan agresif,” sambungnya seperti dikutip dari Washington Examiner, Kamis (20/12/2018).

Putin menegaskan ia berpikir tentang Barat, karena ia memuji keberhasilan latihan militer baru-baru ini dengan China. Demikian juga, ia mengatakan bahwa senjata hipersonik membantu menjaga paritas dengan Amerika Serikat meskipun Pentagon memiliki anggaran militer jauh lebih besar daripada pendanaan kementerian pertahanan Rusia.

"Perlu (lebih cepat) beralih ke persenjataan modern yang memiliki kemampuan yang ditingkatkan untuk menembus pertahanan perisai rudal canggih," ujar Putin, menurut TASS, sebuah outlet media yang dikelola negara.

Komentar itu muncul dua minggu setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menetapkan tenggat waktu bagi Rusia untuk kembali mematuhi perjanjian senjata nuklir tahun 1987 yang melarang penyebaran rudal jarak menengah berbasis darat. AS berencana untuk memberikan pemberitahuan resmi penarikan dari perjanjian itu pada bulan Februari mendatang.

"Moskow telah menurunkan beberapa batalyon SSC-8, dan semuanya diposisikan untuk tujuan ofensif," kata Sekretaris Menteri Luar Negeri Andrea Thompson, menggunakan nama resmi AS untuk rudal Rusia, yang dijelaskan setelah pengumuman Pompeo.

"Jika kita ingin pencegahan pengendalian senjata yang kredibel, kita harus menunjukkan bahwa perjanjian kita bernilai dengan makalah yang mereka tulis," imbuhnya.

Putin membantah segala pelanggaran, mengatakan Amerika Serikat telah mencari "alasan sepele" untuk keluar dari kesepakatan itu.

"Langkah seperti itu akan memiliki konsekuensi paling negatif dan jelas akan melemahkan keamanan regional dan global," katanya.

"Bahkan, dalam jangka panjang, itu dapat mengakibatkan degradasi dan bahkan runtuhnya seluruh arsitektur pengendalian senjata dan non-proliferasi senjata pemusnah massal," sambungnya.

Namun ia menjelaskan bahwa ia pikir negosiator asli kesepakatan itu membuat kesepakatan yang buruk.

"Rudal-rudal berbasis darat akan dilikuidasi, karena Uni Soviet tidak memiliki yang lain," kata Putin.

“Amerika Serikat memiliki rudal laut dan udara, sementara kami tidak. Oleh karena itu, dari sudut pandang Uni Soviet, ini adalah perlucutan senjata sepihak. Tuhan tahu mengapa para pemimpin Soviet memutuskan untuk melanjutkan perlucutan sepihak,” tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia di Istana
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Perintahkan Pasukannya untuk Siaga Tinggi
Vladimir Putin Umumkan...
Vladimir Putin Umumkan Operasi Militer di Ukraina
Berselimut Salju, Merasakan...
Berselimut Salju, Merasakan Kemegahan Kremlin dan Red Square Destinasi Ikonik Rusia
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Disebut Bakal Pensiun Tahun Ini Gegara Takut Dikudeta
Presiden Rusia Putin...
Presiden Rusia Putin Belum Pastikan Kehadiran di KTT G20 Bali
Berita Terkini
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
28 menit yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
2 jam yang lalu
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
3 jam yang lalu
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
4 jam yang lalu
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
5 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved