alexametrics

AS Masih Tidak Berniat Ikut Kesepakatan Iklim Paris

loading...
AS Masih Tidak Berniat Ikut Kesepakatan Iklim Paris
AS bersikukuh menolak ikut berpartisipasi dalam Perjanjian Paris tentang perubahan iklim. Foto/Ilustrasi/SINDONews/Ian
A+ A-
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tidak berniat untuk berpartisipasi dalam Perjanjian Paris tentang perubahan iklim. Hal itu dikatakan Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, setelah konferensi iklim PBB di Katowice Polandia.

"Posisi pemerintahan pada Perjanjian Paris tetap tidak berubah. Pada 1 Juni 2017, Presiden mengumumkan Amerika Serikat bermaksud untuk menarik diri dari Perjanjian Paris, tidak ada ketentuan yang lebih menguntungkan bagi rakyat Amerika," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (16/12/2018).

Menurut Departemen Luar Negeri, selama konferensi, AS menekankan pendekatan yang seimbang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan melindungi lingkungan.



"Selama COP24, Amerika Serikat menyoroti pendekatan yang seimbang yang mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keamanan energi, dan melindungi lingkungan. Pendekatan yang seimbang ini mendapatkan traksi dengan negara-negara mitra pragmatis yang mengakui kita dapat melindungi pertumbuhan ekonomi dan keamanan energi sambil menjaga lingkungan," kata pernyataan itu.

Konferensi Para Pihak ke-24 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (COP24) berlangsung pada 2-14 Desember. Tujuan utama para peserta konferensi adalah untuk membahas cara-cara menerapkan Kesepakatan Paris 2015 tentang perubahan iklim.

Bahaya perubahan iklim menjadi lebih jelas setahun yang lalu setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS, salah satu negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia, akan menarik diri dari Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim. Washington secara resmi memberitahukan PBB tentang niatnya pada 4 Agustus 2017. Namun, negara itu tidak dapat secara resmi keluar dari kesepakatan sampai 4 November 2020.

Kesepakatan iklim Paris, dibuat dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, mulai berlaku pada tanggal 4 November 2016. Kesepakatan ini telah diratifikasi oleh 184 dari 197 pihak untuk perjanjian tersebut. Kesepakatan ini bertujuan untuk menjaga peningkatan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak