alexametrics

Arab Saudi dan 6 Negara Laut Merah Ingin Bentuk Aliansi Baru

loading...
Arab Saudi dan 6 Negara Laut Merah Ingin Bentuk Aliansi Baru
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir.Foto/REUTERS
A+ A-
RIYADH - Arab Saudi dan enam negara di kawasan Laut Merah dan Teluk Aden sedang berupaya untuk membentuk aliansi politik baru. Upaya pembentukan aliansi ini mengisyaratkan persaingan dengan Iran, Turki dan Qatar.

Perwakilan dari Mesir, Djibouti, Somalia, Sudan, Yaman dan Yordania telah berkumpul di Riyadh pada hari Rabu untuk mendiskusikan inisiatif tanpa mencapai kesepakatan akhir. Sebuah tim ahli diharapkan akan bertemu segera di Kairo untuk pembicaraan teknis.

"Ini adalah bagian dari upaya kerajaan untuk melindungi kepentingannya dan kepentingan tetangganya serta untuk menstabilkan wilayah tempat kita hidup dan mencoba menciptakan sinergi antara berbagai negara," kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kepada wartawan setelah seharian mengikuti rapat tertutup.



"Semakin banyak kerja sama dan koordinasi yang Anda miliki di antara negara-negara di kawasan ini, pengaruh luar yang negatif akan bekurang di wilayah ini," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Kamis (13/12/2018).

Arab Saudi dan sekutunya di Teluk; Uni Emirat Arab, melihat garis pantai Tanduk Afrika sebagai garis keamanan barat mereka. Saudi dan sekutunya itu khawatir musuh akan mendapatkan pijakan di wilayah tersebut.

Laut Merah juga mencakup selat Bab al-Mandeb, di mana diperkirakan 3,2 juta barel minyak per hari diangkut menuju Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Dalam beberapa tahun terakhir, jalur laut telah ditargetkan oleh perompak dan milisi Houthi Yaman.

Jubeir mengatakan pertemuan di Riyadh juga membahas peningkatan perdagangan dan pelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari dorongan untuk mendiversifikasi ekonominya dari minyak, Arab Saudi telah mengumumkan beberapa mega proyek di sepanjang Laut Merah, termasuk zona bisnis senilai USD500 miliar yang dibagi dengan Mesir dan Yordania. Riyadh juga membangun fasilitas untuk wisata mewah di kawasan tersebut.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak