alexametrics

Bocah 4 Tahun Palestina Tewas Ditembak Sniper Israel

loading...
Bocah 4 Tahun Palestina Tewas Ditembak Sniper Israel
Para pelayat Gaza, Palestina, mengiringi prosesi pemakaman bocah 4 tahun yang tewas akibat tembakan sniper Israel. Foto/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
A+ A-
GAZA - Ratusan warga Gaza, Palestina, pada hari Rabu (12/12/2018) menghadiri pemakaman seorang bocah empat tahun yang tewas setelah terkena pecahan peluru sniper Israel pekan lalu. Pecahan peluru mengenai perut, leher dan mata kanan yang memengaruhi otak korban.

Sniper (penembak runduk) militer Tel Aviv menembak bocah bernama Ahmed Abu Abed yang ikut ayahnya melakukan demo di perbatasan Gaza-Israel, Jumat pekan lalu.

Jenazah Ahmed Abu Abed dihiasi bendera Palestina dan diusung orang-orang untuk dimakamkan di Khan Younis, Gaza selatan. Para pelayat menaburkan bunga di sepanjang perjalanan ke lokasi pemakaman.



Rekaman Reuters dari lokasi demo Jumat lalu menunjukkan bocah cilik itu dibawa oleh seorang ahli medis ke rumah sakit lapangan yang tidak jauh dari perbatasan, setelah dia terluka.

"Dia terkena peluru dari tembakan Israel," kata juru bicara kementerian kesehatan Gaza, Ashraf Al-Qidra.

"Ada satu pecahan peluru di mata yang memengaruhi bagian bawah otak, itu yang paling serius dari semuanya, dan itulah yang paling mungkin membunuhnya," kata Mohammad Abu Hilal, direktur departemen darurat di rumah sakit Khan Younis, kepada Reuters.

Kementerian Kesehatan Gaza, yang dijalankan oleh kelompok militan Hamas, mengatakan lebih dari 220 warga Palestina telah tewas oleh pasukan Israel sejak demo dimulai Maret lalu. Protes mingguan di perbatasan itu salah satunya menuntut diakhirinya blokade yang Gaza oleh Israel.

Sementara itu, militer Israel mengatakan bahwa pasukannya melakukan segala kemungkinan untuk menghindari tindakan yang menyakiti anak-anak. Militer tersebut menuduh Hamas membahayakan nyawa warga sipil dengan mendalangi protes.

"Organisasi teroris Hamas secara sinis menggunakan warga Gaza, terutama wanita dan anak-anak, sebagai perisai manusia dan menempatkan mereka di garis depan kerusuhan, serangan teroris dan teror pembakaran, menunjukkan penghinaan mereka terhadap kehidupan manusia," bunyi pernyataan militer negara mayoritas Yahudi itu.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak