alexametrics

Spanyol Bakal Gabung Perancis-Jerman Bikin Jet Tempur Rival F-35 AS

loading...
Spanyol Bakal Gabung Perancis-Jerman Bikin Jet Tempur Rival F-35 AS
Screenshot dari video Dassault Aviation memberikan gambaran sekilas tentang seperti apa jet tempur generasi masa depan Eropa. Foto/YouTube via AsianDefence
A+ A-
BERLIN - Jerman dan Prancis bersiap menyambut Spanyol sebagai mitra penuh dalam program mereka untuk mengembangkan pesawat jet tempur generasi masa depan Eropa. Pesawat pengganti Rafales Dassault dan Eurofighter Typhoon ini dirancang sebagai rival jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS) dan Su-57 Rusia.

Jerman berharap akan menandatangani perjanjian bergabungnya Spanyol tersebut di Paris Air Show pada bulan Juni mendatang. Niat Spanyol bergabung dalam proyek jet tempur generasi masa depan Eropa itu diungkap sumber pemerintah Berlin.

Paris dan Berlin pada awalnya hanya menawarkan status Spanyol sebagai pemantau program tersebut. Namun, Madrid pada minggu ini secara resmi diminta untuk berpartisipasi sebagai mitra penuh, yang akan menyokong keuangan untuk program tersebut.

"Niat saat ini adalah untuk menandatangani nota kesepahaman tri-nasional di sela-sela Paris Air Show 2019 di Le Bourget," kata sumber itu, seperti dikutip Business Insider, Jumat (7/12/2018).

Pada bulan Juli 2017, Prancis dan Jerman mengumumkan bahwa mereka akan bersatu untuk membangun jet tempur Eropa. Pada Juli 2018, pabrikan pesawat Prancis, Dassault Aviation, merilis video yang memberi gambaran sekilas tentang bagaimana pesawat tempur akan terlihat.

"Saya pikir jika mereka dapat menarik semua ini, ini tampaknya kandidat yang sah untuk rival yang sangat mampu bagi F-35 dan Su-57," kata Sim Tack, analis militer utama di Stratfor kepada Business Insider.

Tack mengatakan, tak seperti F-35, jet tempur Dassault generasi masa depan cenderung memiliki dua mesin. Dengan demikian, dorongan pada jet tempur itu akan lebih besar.

"Dalam hal kemampuan, fokusnya mungkin pada teknologi siluman, dan integrasi dengan sistem informasi," kata Tack. "Seperti berbagi informasi antar-pesawat, mungkin komando drone, dan lain-lain."

Tack menambahkan, ada perdebatan apakah pesawat Eropa generasi masa depan ini akan menjadi jet tempur generasi kelima atau keenam.
(mas)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak