alexametrics

Indonesia-Italia Berkomitmen Bekerja Sama dalam Dialog Antar Agama

loading...
Indonesia-Italia Berkomitmen Bekerja Sama dalam Dialog Antar Agama
Menlu Retno Marsudi bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Italia Manlio Di Stefano. Foto/Dok. Kemlu
A+ A-
DENPASAR - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Italia Manlio Di Stefano di sela-sela perhelatan Bali Democracy Forum (BDF). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membicarakan masalah keberagaman di dalam masyarakat kedua negara dan keberagaman dalam beragama.

Dikatakan oleh Retno Marsudi bahwa Indonesia telah memiliki mekanisme untuk dialog antaragama (interfaith dialog) dengan Italia dalam bentuk second track.

"Dan kita berkomitmen untuk bekerja sama interfaith dialog tersebut," ujar Retno, Denpasar, Kamis (6/12/2018).

Selain itu, keduanya juga membahas mengenai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Dikatakan oleh Retno, bahwa akan ada dua tema dalam peringatan tersebut.

"Yang pertama mengenai masalah kreatif ekonomi, yang kedua adalah masalah small and medium enterprises karena Italia memilik potensi, Indonesia memiliki potensi untuk kedua hal tersebut dan kita ingin potensi yang kita miliki ini kita kembangkan lebih lanjut," beber Retno.

Selain itu, karena salah satu fokusnya adalah kreatif ekonomi, pemerintah tengah bernegosiasi untuk menyelesaikan nota kesepahaman (MoU) terkait ekonomi kreatif.

Sementara Italia sendiri mengatakan bahwa untuk hubungan perdagangan dan investasi sudah seharusnya terus mengalami peningkatan. Pasalnya, kedua negara tidak saling berkompetisi satu sama lain.

"Kita mencatatkan pada tahun 2017, pertumbuhan perdagangan 18% meningkat per tahun 2017 dan kita mengharapkan juga semakin banyak investasi Italia yang masuk ke Indonesia," ucap Retno mengakhiri.
(ian)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak