alexametrics

Sampaikan Belasungkawa, Papua Nugini Tegaskan Papua Bagian Indonesia

loading...
Sampaikan Belasungkawa, Papua Nugini Tegaskan Papua Bagian Indonesia
Menteri Luar Negeri Papua Nugini Rimbink Pato bertemu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela-sela Bali Democracy Forum (BDF). Foto/SINDONews/Berlianto
A+ A-
DENPASAR - Papua Nugini menyampaikan ucapan belasungkawa atas aksi pembantaian terhadap puluhan pekerja oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Ucapan belasungkawa itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Papua Nugini Rimbink Pato.

"Atas nama rakyat dan pemerintah Papua Nugini saya menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang telah kehilangan orang-orang yang mereka cintai selama peristiwa di seberang perbatasan," kata Rimbink setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela-sela acara Bali Democracy Forum (BDF) di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Nusa Dua, Kamis (6/12/2018).

Ia pun mendukung pemerintah Indonesia untuk menangkap dan memeriksa para pelaku. "Dan Indonesia mendapat dukungan penuh dari Papua Nugini di sepanjang perbatasan," cetusnya.

Dalam kesempatan itu, ia pun menegaskan sikap pemerintah Papua Nugini bahwa Papua dan Papua Barat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.

"Tidak dapat diragukan lagi bahwa posisi Papua Nugini konsisten dalam masalah Papua Barat dan Papua, kami berdiri teguh pada kebijakan itu," tegasnya.

"Dan itulah dasar yang kuat di mana persahabatan dalam tingkat kemitraan fantastis yang ada antara pemerintah dan rakyat Indonesia dan Papua Nugini," tukasnya.

Sebanyak 31 pekerja PT Istaka Karya dibantai oleh KKB Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Papua. Mereka dibantai saat tengah membangun jembatan Habema-Mugi. Diduga, mereka dibantai karena salah pekerja memfoto kegiatan hari ulang tahun (HUT) OPM pada hari Sabtu 1 Desember 2018 lalu.
(ian)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak