alexametrics

Klaim Pakai Ganja Hanya Bercanda, Duterte Ditantang Tes Narkoba

loading...
Klaim Pakai Ganja Hanya Bercanda, Duterte Ditantang Tes Narkoba
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto/REUTERS/Erik De Castro
A+ A-
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengklaim pengakuannya sebagai pengguna ganja hanya bercanda. Dia pun ditantang senator di negara tersebut untuk melakukan tes narkoba jika dia memang bersih dari narkoba.

Klaim Duterte itu dia buat hari Senin. Menurutnya, dia menggunakan ganja selama pertemuan puncak ASEAN di Singapura bulan lalu.

Dia bahkan mengklaim ganja sudah dia gunakan sejak 2016 agar tetap terjaga. Namun, setelah klaimnya memicu kontroversi, dia berpidato di Istana Presiden pada hari Rabu bahwa komentarnya tersebut hanya bercanda.

Penggunaan ganja adalah ilegal di Filipina. Klaim humor presiden Filipina itu dinilai bisa membuat kesal keluarga dari mereka yang tewas dalam perang anti-narkoba.

"Sekarang, jika dia benar-benar ingin membersihkan dirinya, saya akan memintanya lagi untuk melakukan tes narkoba," tantang senator oposisi, Antonio Trillanes, dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Reuters, Kamis (6/12/2018).

Juru bicara Duterte, Salvador Panelo, mengatakan presiden tidak akan menerima tantangan itu. "Dia seharusnya yang mengambil tes," katanya, melemparkan balik tantangan itu kepada Trillanes.(Baca: Duterte Serukan Para Uskup Filipina Dibunuh karena Tak Berguna)

Dalam pidatonya di Istana, pemimpin yang berjuluk "the Punisher" atau "Penghukum" itu juga kembali membuat komentar kontroversi. Dia menyerukan agar para uskup di Filipina dibunuh karena dia anggap bodoh dan tak berguna.

Seruan pembunuhan ini sebagai respons atas kritik pihak Gereja Katolik atas maraknya pembunuhan di luar hukum selama perang anti-narkoba berlangsung.

"Uskup-uskup ini yang kalian miliki, bunuh mereka. Mereka adalah orang bodoh yang tidak berguna. Yang mereka lakukan hanyalah mengkritik," kesal Duterte.

Dalam sebuah pidato kepada pejabat pemerintah kemudian, Duterte juga menyebut Gereja Katolik sebagai "institusi yang paling munafik" dan mengatakan bahwa Tuhan-nya berbeda dari penganut Katolik.

"Saya tidak pernah mengatakan saya tidak percaya pada Tuhan. Apa yang saya katakan adalah Tuhan Anda bodoh, saya punya banyak akal sehat. Itulah yang saya katakan kepada para uskup," katanya.

"Saya tidak pernah mengatakan bahwa saya adalah seorang ateis," lanjut dia.

Filipina memiliki lebih dari 100 juta penduduk, yang 90 persen di antaranya mengidentifikasikan diri sebagai penganut Katolik.
(mas)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak