alexametrics

Tertangkap Hendak ke Malaysia, 93 Rohingya Kembali ke Kamp Pengungsi

loading...
Tertangkap Hendak ke Malaysia, 93 Rohingya Kembali ke Kamp Pengungsi
Militer Myanmar menangkap sebuah kapal yang mengangkut 93 pengungsi Rohingya dengan tujuan Malaysia. Foto/Istimewa
A+ A-
YANGON - Hampir 100 Muslim Rohingya dipaksa kembali ke negara bagian Rakhine, Myanmar, setelah tertangkap dalam perjalanan ke Malaysia melalui jalur laut, Selasa, kemarin. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan krisis terbaru manusia perahu pengungsi Rohingya.

Baca: Myanmar Tangkap Kapal Angkut 93 Pengungsi Rohingya

Tiga kapal yang membawa pengungsi Rohingya kini telah disita dan dikembalikan ke Rakhine selama dua minggu terakhir. Semua pengungsi yang ada di kapal itu dikembalikan ke kamp-kamp di sekitar Ibu Kota Sittwe di bagian tengah negara bagian itu. Kota itu adalah tempat lebih dari 120 ribu orang dikurung sejak kekersan komunal pecah pada 2012.



Sebuah foto di media lokal menunjukkan para pengungsi itu berkerumun di dek di bawah terik matahari. Adegan ini mengingatkan pada krisis manusia perahu pengungsi Rohingya pada tahun 2015 lalu. Saat itu tidak terhitung jumlah pengungsi Rohingya ditinggalkan oleh penyelundup di Laut Andaman setelah pihak berwenang menutup rute perdagangan.

Mereka menuju Malaysia ketika dihentikan oleh petugas angkatan laut pada Minggu malam di luar kota Dawei, kata Mayor Polisi Min Lwin.

"Mereka semua dikirim kembali ke Sittwe dengan kapal angkatan laut semalam," katanya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (28/11/2018).

Ia menambahkan bahwa kelompok itu, dua pertiga di antaranya berusia di bawah 18 tahun, akan tiba pada Kamis atau Jumat.

Kesulitan Muslim Rohingya mendekam di bagian tengah negara itu telah dibayangi oleh eksodus massal lebih dari 720.000 Rohingya dari utara Rakhine pada tahun lalu.

Para pengungsi itu melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh untuk menghindari penumpasan militer yang brutal.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak