alexametrics

Pembunuhan Khashoggi, Turki Tuding AS Tutup Mata Terhadap Saudi

loading...
Pembunuhan Khashoggi, Turki Tuding AS Tutup Mata Terhadap Saudi
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
A+ A-
ISTANBUL - Turki menuduh Amerika Serikat (AS) menutup mata terhadap pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di Istanbul. Turki menyebut pernyataan Presiden AS Donald Trump terhadap isu ini sebagai komik.

Trump bersumpah akan tetap menjadi mitra setia Arab Saudi, meskipun mengatakan bahwa Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman mungkin sudah tahu tentang rencana pembunuhan terhadap Khashoggi.

Dari kemungkinan Pangeran Mohammed terlibat dalam pembunuhan itu, Trump berkata: "Mungkin dia melakukannya, mungkin tidak."

Komentarnya bertentangan dengan CIA, yang percaya kematian Khashoggi diperintahkan langsung oleh putra mahkota, penguasa de facto Arab Saudi.

Wakil Ketua Partai AK Presiden Tayyip Erdogan, Numan Kurtulmus, menepis penilaian Trump.

"Pernyataan kemarin adalah pernyataan komik," katanya kepada penyiar negara, TRT Haber.

"Tidak mungkin bagi badan intelijen seperti CIA, yang bahkan tahu warna bulu pada kucing yang berjalan di sekitar taman konsulat Saudi untuk tidak tahu siapa yang memberi perintah ini," ujarnya.

"Ini tidak kredibel baik untuk opini publik AS atau opini publik dunia," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/11/2018).

Sejak pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul bulan lalu, Turki telah berulang kali mengatakan perintah itu berasal dari "tingkat tertinggi" dari pemerintah Saudi, meskipun belum secara langsung menuduh Pangeran Mohammed.

Arab Saudi sendiri membantah bahwa putra mahkota memerintahkan pembunuhan itu. Setelah memberikan banyak penjelasan yang kontradiktif, Riyadh mengatakan pekan lalu bahwa Khashoggi telah terbunuh dan tubuhnya dimutilasi ketika "negosiasi" untuk membujuknya kembali ke Arab Saudi gagal.

Trump mengatakan Arab Saudi, produsen minyak utama, adalah mitra bisnis penting dan sekutu besar dalam perang melawan kekuatan Iran di Timur Tengah.

Setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Washington, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Ankara tidak sepenuhnya puas dengan tingkat kerja sama yang diterimanya dari Arab Saudi terkait kasus tersebut.

Cavusoglu mengatakan Ankara mungkin mencari penyelidikan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa jika hubungannya dengan Riyadh menemui jalan buntu.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak