alexametrics

AS Masukkan Ajudan Baghdadi dalam Blacklist

loading...
AS Masukkan Ajudan Baghdadi dalam Blacklist
AS telah memasukkan ajudan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dalam blacklist. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) memasukkan orang kepercayaan pemimpin Negara Islam (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi ke dalam daftar hitam terornya.

"ISIS jatuh tetapi belum hancur," kata Nathan Sales, pejabat di Departemen Luar Negeri pada kontraterorisme, saat mengumumkan Hajji Abdel Nasir telah diputuskan sebagai "Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus."

"Ketika ISIS terus melemah di medan perang, kita harus membuatnya menderita dari sumber daya yang digunakannya untuk melakukan terorisme di seluruh dunia," kata Sales dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP, Rabu (21/11/2018).

Departemen Luar Negeri AS mengatakan keputusan itu dibuat bersamaan dengan Dewan Keamanan PBB, yang pada hari Senin menempatkan Abdel Nasir pada daftar sanksinya sendiri.

Daftar kembar berarti bahwa Abdel Nasir tunduk pada pembekuan aset internasional, larangan perjalanan dan embargo senjata. Warga dan entitas AS dilarang berbisnis dengannya.

"Nasir telah memegang beberapa posisi kepemimpinan di Negara Islam Irak dan Suriah, termasuk memimpin Komite Delegasi kelompok itu, yang melapor ke Baghdadi dan menjalankan kontrol administratif atas urusan organisasi teroris," kata Departemen Luar Negeri AS.

Dikatakan komite yang diketuai Abdel Nasir adalah bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengeluarkan perintah yang berkaitan dengan operasi militer ISIS, koleksi pajak, polisi agama, dan operasi komersial dan keamanan.

Amerika Serikat mengepalai koalisi militer yang berjuang untuk mengusir Negara Islam keluar dari Irak dan Suriah, dari mana kelompok jihadis telah meluncurkan banyak serangan di luar negeri, sebagian besar di Eropa, dalam beberapa tahun terakhir.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak