alexametrics

Trump Tidak Akan Hukum Pangeran Saudi Atas Pembunuhan Khashoggi

loading...
Trump Tidak Akan Hukum Pangeran Saudi Atas Pembunuhan Khashoggi
Presiden AS Donald Trump. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak akan menghukum Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman saat ini atau menghentilkan penjualan senjata ke Arab Saudi atas pembunuhan kolumnis berbasis di AS Jamal Khashoggi.

Trump menyebut pembunuhan Khashoggi di dalam konsulat Saudi di Istanbul sebagai kejahatan mengerikan yang tidak dibenarkan AS. Namun ia juga mengatakan Arab Saudi adalah sekutu besar dan membatalkan miliaran dollar penjualan senjata hanya akan menguntungkan China dan Rusia, yang akan senang untuk masuk dan melakukan penjualan.

Keputusan Trump, yang diumumkan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan tepat sebelum dia pergi untuk akhir pekan Thanksgiving yang panjang di Florida, akan mengecewakan dan membuat marah para kritikus yang telah banyak menyerukan teguran keras terhadap kerajaan dan terutama Mohammed bin Salman.

Para pejabat intelijen AS telah menyimpulkan bahwa ia memerintahkan pembunuhan itu, menurut seorang pejabat AS yang akrab dengan penilaian tersebut.

Orang lain yang akrab dengan kasus itu mengingatkan bahwa sementara kemungkinan putra mahkota memiliki peran dalam kematian, masih ada pertanyaan tentang sejauh mana ia terlibat.

AS sebelumnya memberi sanksi kepada 17 pejabat Saudi yang dicurigai bertanggung jawab atas atau terlibat dalam pembunuhan itu, tetapi para anggota Kongres menyerukan tindakan yang lebih keras.

Para pejabat intelijen AS telah menyimpulkan bahwa putra mahkota memerintahkan pembunuhan itu, menurut seorang pejabat AS yang akrab dengan penilaian tersebut. Orang lain yang akrab dengan kasus ini mengingatkan bahwa sementara kemungkinan putra mahkota memiliki peran, masih ada pertanyaan tentang sejauh mana ia terlibat.

Trump mengatakan dalam pernyataannya bahwa raja Arab Saudi dan putra mahkota dengan keras menolak mengetahui tentang perencanaan atau pelaksanaan pembunuhan Khashoggi.

"Agen-agen intelijen kami terus menilai semua informasi, tetapi sangat mungkin bahwa putra mahkota memiliki pengetahuan tentang peristiwa tragis ini - mungkin dia melakukannya dan mungkin dia tidak!" kata Trump seperti dikutip dari 9News, Rabu (21/11/2018).

"Itu dikatakan, kita mungkin tidak pernah tahu semua fakta seputar pembunuhan Jamal Khashoggi. Bagaimanapun, hubungan kita dengan Kerajaan Arab Saudi. Mereka telah menjadi sekutu besar dalam perjuangan kami yang sangat penting melawan Iran," sambungnya.

Dia mengatakan Amerika Serikat bermaksud untuk tetap menjadi mitra setia Arab Saudi untuk memastikan kepentingan Amerika Serikat. "America First!" tulisnya.

Trump mengatakan dia tahu beberapa anggota Kongres akan tidak setuju dengan keputusannya. Ia pun akan mendengarkan ide-ide mereka, tetapi hanya jika mereka fokus pada keamanan nasional AS.

Akhir pekan lalu, sekelompok senator bipartisan memperkenalkan undang-undang yang menyerukan untuk menangguhkan penjualan senjata ke Arab Saudi; sanksi terhadap orang-orang yang memblokir akses kemanusiaan di Yaman atau mendukung pemberontak Houthi, dan sanksi wajib pada mereka yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

Diplomat top Perancis mengatakan bahwa negaranya mempertimbangkan sanksi terhadap Arab Saudi. Dan Jerman mengumumkan bahwa mereka telah melarang 18 warga Saudi memasuki zona bebas Schengen di Eropa karena dicurigai terlibat terhadap pembunuhan itu.

Pejabat Jerman, yang sebelumnya melarang ekspor senjata baru ke Riyadh, juga mengatakan mereka menghentikan ekspor senjata yang sebelumnya disetujui.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak