alexametrics

Menlu Arab Saudi Blakblakan soal Khashoggi, CIA, hingga Turki

loading...
Menlu Arab Saudi Blakblakan soal Khashoggi, CIA, hingga Turki
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir. Foto/REUTERS
A+ A-
JEDDAH - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Adel al-Jubeir telah menegaskan kembali bahwa pihak berwenang di Kerajaan lebih menuntut keadilan atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi ketimbang negara-negara lain.

Kematian jurnalis Saudi, yang terbunuh di Konsulat Kerajaan di Istanbul pada 2 Oktober, telah memicu kemarahan internasional. Al-Jubeir mengatakan bahwa mengejar keadilan untuk wartawan yang terbunuh adalah yang pertama dan terutama dituntut Saudi.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Asharq Al-Awsat, diplomat top Riyadh ini mengatakan Arab Saudi sedang menyelidiki kasus tersebut karena melibatkan seorang warganya. Siapa pun yang memiliki informasi terkait kasus ini, kata dia, harus menghubungi pengadilan Saudi dan menyampaikany. Jaksa penuntut umum Arab Saudi akan menuntut hukuman mati untuk lima dari 11 tersangka.

Menlu Jubeir juga berbicara tentang hubungan kuat antara pemimpin Saudi dan rakyatnya. Dia mengatakan bahwa setiap serangan terhadap kepemimpinan Kerajaan, yang diwakili oleh Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, mewakili garis merah dan tidak akan ada toleransi terhadap setiap gerakan yang melawan kepemimpinan."Atau untuk setiap upaya untuk melemahkan kepemimpinan kita oleh siapa pun, dengan dalih apa pun," katanya.

Jubeir blakblakan soal kasus Khashoggi, mulai dari bocoran penilaian CIA, serangan media pada kerajaan, hingga gerak-gerik Turki mempolitisasi kasus pembunuhan Khashoggi. Berikut wawancara panjang Menlu Jubeir dengan media Saudi tersebut, yang dikutip Selasa (20/11/2018).

Di mana diplomasi Saudi berdiri hari ini, setelah serangan terhadap Kerajaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kaitan dengan pembunuhan Khashoggi?

Pertama saya akan menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada keluarga Jamal Khashoggi, semoga Tuhan mengistirahatkan jiwanya.

Adapun diplomasi Saudi, Arab Saudi adalah negara terkemuka, tidak hanya di dunia Arab dan Islam, tetapi juga internasional. Arab Saudi selalu menjadi benteng perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasan dan dunia. Negara ini selalu mengonfrontasi dan mengalahkan kekuatan jahat dan kehancuran. Oleh karena itu, dan karena apa yang diwakili oleh diplomasi ini, Arab Saudi berdiri di atas tanah yang kokoh dan memiliki posisi yang kuat, apa pun situasi dan tantangannya. Adapun serangan terhadap Kerajaan setelah kejahatan yang mengerikan yang menyebabkan kematian Jamal Khashoggi, kepemimpinan Kerajaan memerintahkan jaksa penuntut umum untuk menyelidiki kasus tersebut dan menahan semua pelaku yang bertanggung jawab. Akibatnya, Jaksa Penuntut Umum mengirim pelaku ke pengadilan. Raja Salman memerintahkan pembentukan komite yang dipimpin oleh Putra Mahkota untuk mengawasi prosedur dalam Presidensi Umum Intelijen dan merestrukturisasi badan ini untuk memastikan bahwa kejahatan semacam itu tidak akan terjadi di masa depan. Kerajaan telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencapai keadilan dan meminta pertanggungjawaban semua yang terlibat dalam pembunuhan warga negara Saudi, Jamal Khashoggi. Mengenai kampanye media dan upaya untuk mempolitisasi kasus ini, mereka yang berdiri di belakang upaya-upaya ini dan motif mereka sekarang terekspose, terutama setelah pengumuman hasil investigasi secara transparan dan rujukan masalah ini ke pengadilan. Sepanjang sejarah, Kerajaan telah menjadi target dari banyak kampanye tendensi media, dan berbagai sumber dan argumen yang berbeda digunakan untuk merusak peran Kerajaan dan posisinya.

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada sejumlah orang. Bagaimana Anda mengevaluasi sanksi AS terhadap kasus ini dan bagaimana Anda melihat masa depan hubungan Saudi-AS?



Hubungan kami dengan Amerika Serikat adalah strategis, dan kami memiliki kepentingan umum dan vital dalam hal keamanan dan stabilitas kawasan dan dunia. Kepemimpinan Kerajaan sangat tertarik untuk mempertahankan dan mempromosikan hubungan strategis dan kemitraan bersejarah dengan AS, yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade. Kami juga menghargai kepentingan pemerintah AS dan posisi negara-negara sahabat di seluruh dunia mengenai masalah Jamal Khashoggi dan dukungan mereka untuk prosedur yang diambil oleh Kerajaan dan kepemimpinannya untuk memastikan keadilan dan akuntabilitas. Adapun sanksi yang dijatuhkan, mereka adalah sanksi terhadap individu dan tidak ditargetkan pada pemerintah atau ekonomi Kerajaan.

Bagaimana Anda melihat pernyataan Turki yang menyoroti pentingnya penyelidikan internasional dalam kasus ini?



Kami menolak setiap upaya untuk secara politik mengeksploitasi kasus Khashoggi, dan mereka yang mencari keadilan harus menyerahkan bukti yang mereka miliki ke pengadilan Saudi, satu-satunya badan yang kompeten dalam kasus ini.

Mengingat posisi Turki, yang tampaknya berusaha mempolitisasi masalah, bagaimana Anda melihat masa depan hubungan Saudi-Turki?
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak