alexametrics

Dicap Trump Tak Berbuat Apapun untuk Melawan Teroris, Pakistan Murka

loading...
Dicap Trump Tak Berbuat Apapun untuk Melawan Teroris, Pakistan Murka
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengecam Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Foto/Reuters
A+ A-
ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengecam Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Kecaman ini menyusul pernyataan Trump bahwa Pakistan tidak melakukan apa pun untuk AS dalam melawan teroris, meski adanya bantuan miliaran dolar dari AS untuk negara Asia Selatan itu.

Khan, yang mengambil alih kekuasaan pada bulan Agustus dan dikenal karena retorika anti-Amerikanya, mengatakan dalam serangkaian tweet bahwa catatan perlu disampaikan langsung terhadap pernyataan Trump terhadap Pakistan tersebut.

"Alih-alih membuat Pakistan menjadi kambing hitam atas kegagalan mereka, AS harus melakukan penilaian yang serius tentang mengapa, meskipun 14 ribu pasukan NATO ditambah 250 ribu pasukan Afghanistan dan dilaporkan menghabiskan USD 1 triliun untuk perang di Afghanistan, Taliban hari ini lebih kuat dari sebelumnya," kicau Khan, seperti dilansir Reuters pada Senin (19/11).

Khan kemudian mengatakan Pakistan telah menanggung beban perang teror AS, yang fokus pada militan yang menggunakan sabuk suku Afghanistan-Pakistan.

"Tidak ada warga Pakistan yang terlibat dalam 9/11 tetapi kami memutuskan untuk berpartisipasi dalam Perang AS tentang Teror. Pakistan menderita 75 ribu korban dalam perang ini dan lebih dari USD 123 miliar kerugianekonomi. Bantuan AS sebesar USD 20 miliar sangat kecil dibandingkan itu," ucapnya.

Dia juga menunjukkan bahwa Pakistan terus menyediakan jalan dan ruang udaranya untuk pesawat AS yang akan memberikan pasokan kepada 10 ribu pasukan AS yang saat ini berbasis di Afghanistan. "Bisakah Trump menyebut sekutu lain yang memberi pengorbanan seperti itu?" tanya Khan.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak