Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan, Dubes India: Indonesia Adalah Sahabat Kami
Senin, 17 Agustus 2020 - 10:27 WIB
loading...
Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat turut mengucapkan selamat hari kemerdekaan bagi Indonesia, di mana menyebut Indonesia adalah salah satu negara sahabat India. Foto/Twitter Kedubes India
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat turut mengucapkan selamat hari kemerdekaan bagi Indonesia . Dia menyebut Indonesia adalah salah satu negara sahabat India.
Menurutnya, sejarah bersama kolonialisme antara Indonesia dan India membuat kedua negara sangat dekat pada abad terakhir. Para pendiri kedua negara, ucapnya, bekerja sama dengan erat, berbagi ide dan strategi, dan mendapatkan inspirasi dari perjuangan satu sama lain.
"India menjadi tuan rumah Konferensi Hubungan Asia di New Delhi pada tahun 1947, mempertemukan para pemimpin dari 29 negara untuk mengekspresikan solidaritas dengan perjuangan kemerdekaan di bagian lain Asia dan membina kerja sama di antara orang-orang Asia, yang merupakan penegasan awal identitas Asia," ucapnya, dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Senin (17/8/2020).
( Baca juga: Dari Kamar Kos Bung Karno Belajar Daring Persatuan dan Rukun dalam Perbedaan Diajarkan )
Pradeep mengatakan, pentingnya India melekat pada Indonesia dapat dilihat dari fakta bahwa Presiden Indonesia, Sukarno adalah tamu kehormatan pada perayaan Hari Republik pertama India pada tahun 1950. Sejarah bersama ini menjadi panggung bagi kepemimpinan kedua negara dalam urusan global.
Demikian pula, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Bandung tahun 1955 yang mempertemukan negara-negara Asia dan Afrika yang baru merdeka. "Bersama-sama, kita membantu menulis bab penutup kolonialisme dan urutan pembukaan Gerakan Non Blok, yang menjalin ikatan kerja sama Selatan-Selatan dan solidaritas Afro-Asia," ungkapnya.
"Hubungan diplomatik India-Indonesia mungkin baru berusia lebih dari 70 tahun. Tetapi tujuh dekade keterlibatan ini telah menghubungkan kembali rakyat India dan Indonesia, dan menyulut kembali persahabatan yang ditempa melalui hubungan peradaban yang sama, perjuangan bersama melawan kolonialisme dan upaya menuju kemajuan dan kemakmuran," sambungnya.
Menurutnya, sejarah bersama kolonialisme antara Indonesia dan India membuat kedua negara sangat dekat pada abad terakhir. Para pendiri kedua negara, ucapnya, bekerja sama dengan erat, berbagi ide dan strategi, dan mendapatkan inspirasi dari perjuangan satu sama lain.
"India menjadi tuan rumah Konferensi Hubungan Asia di New Delhi pada tahun 1947, mempertemukan para pemimpin dari 29 negara untuk mengekspresikan solidaritas dengan perjuangan kemerdekaan di bagian lain Asia dan membina kerja sama di antara orang-orang Asia, yang merupakan penegasan awal identitas Asia," ucapnya, dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Senin (17/8/2020).
( Baca juga: Dari Kamar Kos Bung Karno Belajar Daring Persatuan dan Rukun dalam Perbedaan Diajarkan )
Pradeep mengatakan, pentingnya India melekat pada Indonesia dapat dilihat dari fakta bahwa Presiden Indonesia, Sukarno adalah tamu kehormatan pada perayaan Hari Republik pertama India pada tahun 1950. Sejarah bersama ini menjadi panggung bagi kepemimpinan kedua negara dalam urusan global.
Demikian pula, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Bandung tahun 1955 yang mempertemukan negara-negara Asia dan Afrika yang baru merdeka. "Bersama-sama, kita membantu menulis bab penutup kolonialisme dan urutan pembukaan Gerakan Non Blok, yang menjalin ikatan kerja sama Selatan-Selatan dan solidaritas Afro-Asia," ungkapnya.
"Hubungan diplomatik India-Indonesia mungkin baru berusia lebih dari 70 tahun. Tetapi tujuh dekade keterlibatan ini telah menghubungkan kembali rakyat India dan Indonesia, dan menyulut kembali persahabatan yang ditempa melalui hubungan peradaban yang sama, perjuangan bersama melawan kolonialisme dan upaya menuju kemajuan dan kemakmuran," sambungnya.
Lihat Juga :