alexametrics

Kampanyekan Kebebasan Navigasi, China: AS Belum Ratifikasi UNCLOS

loading...
Kampanyekan Kebebasan Navigasi, China: AS Belum Ratifikasi UNCLOS
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
A+ A-
BEIJING - Pemerintah China menyentil Amerika Serikat (AS) yang kerap mengkampanyekan kebebasan bernavigasi saat berlayar di Laut China Selatan. China menyebut AS belum meratifikasi Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) yang memuat aturan kebebasan bernavigasi tersebut.

"Bolehkah saya merepotkan Anda untuk mengingatkan individu AS yang relevan bahwa Amerika Serikat belum meratifikasi Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS)," kata juru bicara Departemen Luar Negeri China Hua Chunying.

"Jika pihak AS sedari awal meratifikasi dan mematuhi UNCLOS, maka saya pikir ini akan memberi manfaat lebih banyak lagi perlindungan perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan," tambahnya seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (17/11/2018).

Karenanya, Chunying meminta AS tidak merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan negara-negara pesisir di sepanjang Laut Cina Selatan dengan dalih kebebasan navigasi.

"Kami telah lama mengatakan bahwa kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut Cina Selatan tidak pernah menemui masalah," kata Chunying.

Dikatakan oleh Chunying hingga saat ini tidak ada negara yang pernah memberikan bukti masalah dengan kebebasan navigasi atau penerbangan di Laut Cina Selatan.

"Dapat dilihat bahwa apa yang disebut masalah kebebasan navigasi tidak ada," kata Chuying.

Ia pun menyatakan posisi China sangat jelas.

"Pihak China bersedia untuk bergandengan tangan dengan negara-negara regional lainnya untuk memastikan kebebasan navigasi dan overflight dinikmati oleh semua negara di bawah hukum internasional," katanya.

Pernyataan Chunying menjawab apa yang dikatakan oleh Wakil Presiden AS Mike Pence dalam KTT ASEAN di Singapura. Saat itu Pence menyatakan AS akan terus berlayar dan terbang ke mana pun hukum internasional memungkinkan termasuk Laut China Selatan. Pence juga menegaskan bahwa Laut China Selatan bukan milik suatu bangsa.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak