alexametrics

Dukung Hizbullah Cs, AS Klaim Iran Habiskan USD1 Miliar Setahun

loading...
Dukung Hizbullah Cs, AS Klaim Iran Habiskan USD1 Miliar Setahun
AS mengklaim Iran mengucurkan dana hingga USD1 Miliar untuk mendukung Hizbullah dan sejumlah kelompo lainnya. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengklaim Iran menghabiskan hampri USD1 miliar per tahun untuk menyokong Hibullah, Hamas, dan kelompok militan yang menjadi sekutunya di Timur Tengah.

Duta Besar AS Nathan Sales, seorang koordinator untuk kontraterorisme di Departemen Luar Negeri, mengatakan Iran membelanjakan sekitar USD700 juta per tahun untuk Hizbullah.  Milisi Lebanon ini telah berperang dengan Israel dan telah memberikan dukungan penting kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang sipilnya selama tujuh tahun melawan pemberontak.

Selain itu, Sales mengatakan Teheran memberi Hamas, kelompok militan Palestina yang mengontrol Jalur Gaza, dan "kelompok teroris" Palestina lainnya senilai USD100 juta per tahun.

Sales tidak menyebutkan dari mana sisa pendanaannya, tetapi dia mengklaim total pembelanjaan Iran guna mendukung kegiatan kelompok militan di Timur Tengah mendekati USD1 miliar per tahun.

"Iran adalah negara sponsor terorisme terdepan di dunia. Hal itu tidak diragukan lagi selama bertahun-tahun dan tidak menunjukkan tanda-tanda melepaskan gelarnya itu," ujar Sales.

"Sayangnya, rakyat Iran yang terpaksa membayar harga ini. Sumber daya yang digunakan Iran untuk mendanai ambisi teroris globalnya adalah sumber daya yang datang langsung dari kantong rakyat Iran setiap hari, rata-rata," imbuhnya seperti disitir dari Radio Free Europe, Kamis (15/11/2018)

Lebih jauh Sales mengklaim bahwa operasi militer ekstensif Hizbullah dan pengaruh politiknya yang berkembang di Lebanon menimbulkan bahaya bagi orang-orang Lebanon. Klaim itu bersamaan dengan tudingan Perdana Menteri Lebanon yang menyebut Hizbullah menghalangi pembentukan pemerintah di Beirut.

"Di Lebanon, tindakan merusak Hizbullah telah membahayakan orang-orang Lebanon," ucap Sales.

"Berkat dukungan Iran, Hizbullah telah membangun persenjataan yang menakutkan. Kelompok itu telah menimbun lebih dari 100.000 roket dan rudal di Lebanon, dan kami melihat ini sebagai penumpukan besar dan tidak stabil," sambungnya.

"Seperti yang kita semua tahu, Hizbullah menyembunyikan pabrik misilnya di pusat populasi, secara efektif menggunakan warga sipil yang tidak bersalah sebagai perisai manusia," kata Sales.

Sales juga mengklaim bahwa hubungan Iran dengan Hamas telah berkembang baru-baru ini dan juga menimbulkan bahaya di wilayah tersebut.

"Kami juga sangat prihatin tentang hubungan Teheran yang semakin meningkat dengan Hamas," katanya.

"Setelah perpecahan singkat di awal konflik Suriah, Hamas dan Iran telah membangun kembali hubungan mereka. Iran sekali lagi memberikan Hamas dana yang sangat dibutuhkan," ungkapnya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan sanksi yang dia tetapkan terhadap Iran tahun ini ditujukan untuk memaksa Teheran agar membatasi dukungannya bagi kegiatan militan di Timur Tengah, membuat pengeluaran keuangan seperti itu lebih sulit dan memberatkan.

Tujuan utama dari sanksi AS yang diberlakukan minggu lalu adalah untuk memotong pendapatan Iran dari mengekspor minyak, yang telah memberikan sebagian besar pendanaan untuk pemerintah dan militer Iran, termasuk Pasukan Quds, yang melakukan operasi militer asing yang melibatkan Hamas dan Hizbullah.

Para pejabat Iran mengatakan sanksi tidak membawa efek apa pun untuk menghalangi dukungan negara itu untuk sekutunya di Suriah, Lebanon, Palestina, Irak, dan tempat lain.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak