alexametrics

Sebut Kemenangan Politik, Hamas Rayakan Mundurnya Menhan Israel

loading...
Sebut Kemenangan Politik, Hamas Rayakan Mundurnya Menhan Israel
Para warga Palestina di Gaza membakar poster bergambar Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman. Foto/REUTERS/Suhaib Salem
A+ A-
GAZA - Menteri Pertahanan (menhan) Israel Avigdor Lieberman mengundurkan diri sebagai sikapnya yang menolak gencatan senjata di Gaza, Palestina. Kelompok Hamas merayakan mundurnya Liebeman sebagai kemenangan politik untuk Gaza.

"Pengunduran diri Lieberman mengisyaratkan pengakuan kekalahan dan kegagalan untuk menghadapi perlawanan Palestina...Ketabahan Gaza mengirim gelombang kejut politik melalui Israel," kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (15/11/2018).

Lieberman mengatakan dia mengundurkan diri sebagai protes atas gencatan senjata yang ditengahi Mesir yang dicapai dengan kelompok-kelompok bersenjata di Gaza.

Gencatan senjata tersebut, yang diumumkan pada Selasa oleh faksi-faksi yang dipimpin Hamas, dimaksudkan untuk mengakhiri dua hari serangan udara Israel ke Gaza setelah operasi rahasia Israel di wilayah itu. Operasi itu ditentang oleh faksi-faksi Palestina di Gaza dengan tembakan roket.

Setidaknya 15 warga Palestina dan dua orang Israel tewas dalam dua hari dalam kekerasan terburuk yang terjadi dalam dua tahun terakhir.

Lieberman telah menganjurkan untuk serangan keras dan menentukan terhadap Hamas.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela keputusannya yang menyetujui gencatan senjata. Menurutnya, kepemimpinannya melakukan hal yang benar.

Pengunduran diri Lieberman secara signifikan melemahkan pemerintah koalisi pendukung Netanyahu dan memberi sinyal untuk pemilu dini.

Sementara itu, seorang nelayan Palestina di Gaza dibunuh oleh pasukan Israel pada hari Rabu setelah gencatan senjata diberlakukan.

Serikat nelayan Palestina menyatakan korban yang berusia 20 tahun tersebut ditembak di bagian perut. Korban selama ini bekerja di pantai dekat pagar maritim darat yang memisahkan Gaza dari Israel.

Pembunuhan terhadap nelayan Palestina itu mempertanyakan gencatan senjata yang rapuh. "Jika (pasukan) pendudukan (Israel) menghentikan agresinya dan kembali ke gencatan senjata, pemahaman akan mungkin," kata pejabat senior Hamas, Ismail Haniya, dalam sebuah pernyataan.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak